السلام عليكم ورحمة الله وبركاتة
YA RABB BERILAH CINTAMU, WALAU SETETES BIARKANLAH : HATI, PIKIRAN, TUBUH KITA SELALU MENDEKAT PADA-NYA

Facebook Halimi Zuhdy

Kamis, 18 Agustus 2016

PUNCAK IBADAH, MENUJU SEBUAH PERTEMUAN BESAR





Betapa indah, Allah swt menciptakan berbagai macam ritual Ibadah, seperti; Shalat, Puasa, Zakat, haji dan ibadah lainnya. Keidahannya, bisa kita lihat dan rasakan dari setiap awal dan akhir dari ibadah itu sendiri, demikian juga proses dari awal menuju akhir.
Akhir dari perjalanan ritual ibadah di atas, menuju sebuah titik besar, yaitu; pertemuan besar, perkumpulan agung, perhelatan indah, dan bertemunya ruh dan diri antar manusia dalam satu tempat, satu waktu dan satu rindu. 

Sebuah kerinduan antar manusia yang kemudian diberikan wadah oleh Allah swt dengan berbagai macam ibadah, ada kerinduan cinta atas nama kemanusiaan, “zakat”. Ada kerinduan harian yang selalu dipupuk, yang kemudian memberikan hakekat cinta yang sebenarnya, “shalat dengan Jamaah”. Rindu yang tidak berhenti dan terus mengalir bagai sungai niil, yang terus berkarnaval dan bertemu di samudera cinta, “Haji”. Dengan mengasah diri, membangun keindahan, mentirakatkan diri dan jiwa agar bertemu dengan sesama ruh yang bersih “puasa”, yang ditutup dengan perhelatan besar di tanah lapang, dengan satu gerakan dan satu ungkapan takbir membahana dalam prosesi “Shalat Iid Fitri”. 

Senin, 15 Agustus 2016

Badai Datang, Bergembiralah!



Jika badai itu menghantam, bergembiralah, barangkali ia akan menghantarkan perahu kita ke dermaga.

Atau mungkin, perahu kita hancur, kita tenggelam di dalam dasar laut, tetapi kita menemukan kemilau mutiara.

Atau, kita tidak sampai ke dermaga, tidak pula menemukan mutiara, barangkali kita mampu memetik pengalaman, betapa lautan yang Allah ciptakan "menyimpan banyak rahasia", kita mendapatkan ilmu.

Atau, kita tak menemukan apa pun dalam rahasia badai, kita benar-benar menghilang dan nafas pun menemui Allah, insyallah kita syahid, sorga yang kita temukan.

selalu berfikir indah dalam situasi apa pun, karena Allah swt selalu memberikan kejutan dalam badai kehidupan, maka tersenyumlah selalu.

Rabu, 10 Agustus 2016

CARA MUDAH DAN CEPAT MEMBACA KITAB KUNING





 Selalu ada yang menarik, ketika melakukan sesuatu, mencoba yang baru, membongkar yang lama dimodifikasi kembali, atau yang lebih menarik adalah berani untuk berbeda dengan merasakan hasilnya. Sesuatu tidak harus tetap, istiqomah, dan paten. Karena sesuatu yang dianggap bagus, belum tentu selamanya bagus, bisa saja ada yang lebih bagus, walau anggapan bagus dan lebih bagus sesuai dengan selera yang menilainya.

Kita sama-sama mengetahui, bahwa tidak ada sesuatu yang sempurna, bahkan sesuatu yang dianggap sempurna, selalu tampak kekurangannya. Maka alFaqir beberapa tahun terakhir memperhatikan beberapa metode Membaca Kitab Kuning yang dianggap bagus oleh orang, tertanyata hasilnya diluar kenyataannya, atau kurang memuaskan, baik bagi pengguna dan juga bagi tutornya. Ketidakpuasan yang saya maksud, adalah ketika metode ini saya ujicoba sendiri setelah mengikuti serangkaian pembelajaran yang harus ditempuh, ya…metode itu hanya menjadi serangkaian seremonial tetapi kurang memuaskan. Tetapi, saya sangat salut bagi pendidik, guru, ustadz, kyai yang selalu mencari metode terbaru dalam mempermudah atau mempercepat bisa membaca kitab kuning, Karena tidak semua orang memiliki ide dan kemudian dituangkan dalam satu buku, yang kemudian diujicobakan, ada yang berhasil, ada pula yang tidak berhasil.

Kamis, 04 Agustus 2016

ISTAFTI QOLBAK, Mintalah Fatwa pada Hatimu

Halimi Zuhdy

Banyak orang merasa kesepian ketika ditinggal oleh tunangan, keluarga, orang tua, saudara dan teman-temannya. Kesepian karena merasa tidak ada yang menemani, bahkan apapun yang ia miliki; Hp, Televisi, buku, juga tidak mampu diajak berdialog apalagi menghibur dirinya. Semua menjadi sepi, senyap.....dunia seperti kehilangan keindahan, kemolekannya, kemesraannya, ia hanya menemukan kegersangan, kejumudah, kegelisahan tanpa henti, Apalagi di tengah malam yang sepi, hanya temaram lampu yang menghias, ia hanya berteman dengan kegalauan dan kegelisahannya....tak pernah ada solusi, menangis sekuat diri.

Saya jadi teringan hadis Nabi “istafti qalbak”, mintalah fatwa pada hatimu, ini sebuah pesan yang luar bisa, yang mampu membongkar kebekuan, kesepian, bahkan kegelisahan. Pesan yang sering dilupakan ini akan menjadi jawaban dari sebuah kesepian, kegelisahan dan kebekuan. Seseorang yang selalu ingat pesan tadi, tidak akan pernah merasa kesepian. Ia hanya akan merasakan bahwa ada sesuatu yang paling akrab dalam dirinya, menamani dalam setiap geraknya, bahkan lebih dekat dan lebih setia dari yang lainnya, yaitu HATI.
 
Hati bisa diajak untuk berdialog, hati juga bisa dimintai pendapat, dari pesan teks di atas (istafti qolbak), ia lebih bisa memberikan solusi, bahkan lebih tepat, lebih bisa memberikan solusi dari orang-orang yang berada di sisi kita. Pertanyaannya, "Hati yang bagaimana yang mempu memberikan solusi"?

 

Jumat, 15 Juli 2016

Mari Kita ke Surga Dunia dulu, Sebelum ke Surga Akhirat




 
Bagaimana Menuju Surga
Halimi Zuhdy

Surga, idaman semua orang, semua agama, semua ajaran, semua kepercayaan, bahkan orang yang melakukan kemungkaran, kekejian, kerusakan juga mengharapkan berada di surga. surga dalam pandangan mereka berbeda-beda, sesuai dengan nalar dan kepercayaan mereka. Tidak hanya orang dewasa yang mengharapkan surga, anak kecil pun yang belum tahu dosa dan pahala, juga menginginkan surga. Dan dalam pandangan mereka surga hanyalah satu keyakinan, yaitu tempat yang indah, semua serba ada, dan semua kebetuhan terpenuhi. Orang yang bosan terhadap proses menuju surga yang sebenarnya, terkadang membuat surga-surga dalam pikiran dan prilaku mereka, dengan melakukan perzinahan, menegak minuman yang memabukkan, ekstasi, dan mengumbar segala kekayaannya, kemewahannya dan kesombongannya. Mereka melakukan dua hal demi kepuasan surga dunia mereka, dengan (fisik) harta, tahta, wanita/laki-laki, keturunan dan (non fisik) pujian, kesombongan, dan lain sebagainya.

Senin, 27 Juni 2016

Memiliki Derajat yang Sama

Mahasiswa dan Dosen ada pada derajat yang sama, mencari Ridha Allah. Maka seorang dosen harus memiliki kesabaran untuk mengabdikan, memberikan, menghiklaskan, memperjuangkan, walau angin fitnah, kemalasan, selalu menerpanya.

Demikian pula mahasiswa, harus selalu sabar menerima tugas, menerima ilmu, bertirakat sekuatnya, dan meminta kepada Allah agar ilmunya bermanfaat.

keduanya, akan berada pada tempat yang sama "sorga" jika melakukan dengan penuh tanggungjawab. Tangjawab keilmuan yang dimiliki oleh dosen, dan tanggungjawab mencari oleh mahasiswa. 

Malang, 14/06/2016

Orang Mulia

Orang mulia, bukan orang yang dimuliakan,
tetapi orang yang bisa memuliakan orang lain.

orang terhormat bukan orang yang dihormati,
tetapi orang yang bisa menghormati orang lain

orang baik, bukan orang yang tidak bernah berdosa,
tetapi ia selalu sadar akan dosa-dosanya, dan bertaubat.

Selasa, 14 Juni 2016

Tahukan Anda, mengapa Hari Ahad diganti dengan Hari Minggu?




Beberapa puluh tahun terakhir ini, hari Ahad mulai lenyap, dan bahkan ketika kita bertanya kepada siswa atau mahasiswa atau halayak umum, mereka sudah tidak lagi tahu asal-muasal Minggu yang berasal dari hari Ahad. Dan mereka dengan entengnya menyebut hari Ahad dengan hari Minggu. Dan yang lucu lagi, banyak yang tidak mengenal bahwa hari hari yang ada di Indonesia berasal dari bahasa Arab, Senin (isnain), Selasa (sulasa’), Rabu (arbia’), Kamis (khamis). Jumat (Jumuah), Sabtu (Sabt).
Setelah penulis telisik dari berbagai leteratur bahwa hari Minggu adalah nama yang diambil daribahasa Portugis, Domingo  yang berarti “hari Tuhan  kita, dan akhir abad ke-19 dan awal abad ke-20, kemudian kata ini dieja sebagai Minggu. Hari tersebut, Bagi salah satu umat yang ada di dunia, yaitu umat Kristen, nama hari Minggu selain diidentikkan dengan Hari Tuhan, juga sebagai hari kebangkitan, hari peristirahatan dan hari untuk beribadahdan pada hari Minggu ini umat gereja memperingati hari Minggu sebagai hari perhentian bagi orang Kristen sekaligus hari peringatan akan kebangkitan Yesus. 

Rabu, 25 Mei 2016

Azab Besar yang Tak Tampak

 Setiap hari kita jalani kehidupan ini dengan penuh gembita, gembira dan bahkan tak pernah merasa kita berselimut azab. Seakan-akan bunga selalu mekar, semerbak harumnya merasuk nusuk kesanubari, indah sekali.

Suatu hari seorang kyai ditanya oleh santrinya,"kyai, berapa banyak kita berbuat dosa, dusta, dan maksiat, tetapi mengapa Tuhan tidak mengazab kita?".

Kyai menjawab,"Nak, berapa banyak Allah mengazab kita, tetapi kita tidak mengetahui".
Santri tadi terkaget kaget, azab apa? Kehidupan yang berjalan indah, azab hanya ada pada masa para nabi terdahulu, sekarang kalau ada azab hanya di daerah daerah tertentu yang orang orangnya berprilaku tidak waras. Mereka yang ditimpa azab yang tidak  shalat, tidak menuaikan zakat, dan dosa dosa lainnya. 

Kyai menjawab dengan tenangnya, "Nak, azab yang tersembunyi tidak kau rasakan itu lebih besar dari apa yang kau rasakan". 

Santri semakin bingung, "masak ada azab yang tidak dirasakan, azabnya pun besar, pasti kyai ngarang", sambil menggerutu.

Senin, 23 Mei 2016

Pembelajaran Bahasa Arab di Thailand


Thailand sebuah negara yang berada di Asia Tenggara ini memiliki beragam agama, namun penduduk Thailand secara mayoritas beragama Buddha, disusul dengan Islam, Kristen  dengan berbagai macam sedangkan di selatan Thailand mayoritas beragama Islam. Secara umum memiliki dua macam pendidikan, pendidikan akademik (istilah di thailand) dan pendidikan Agama. Akademik (umum) dikelola oleh pemerintah dan wajib diikuti oleh seluruh rakyat thailand, jika tidak mengikutinya, maka tidak dapat bekerja atau pengakuan pemerintah, sehingga sekolah apapun di Thailand diwajibkan untuk mempelajari Akademik (ilmu umum), ada juga materi keagamaan tetapi hanya satu jam pelajaran.

Sedangkan di sekolah swasta, seperti mahad diajarkan keduanya, kalau pagi sekolah diniyah, siangnya sekolah akademik. Pembelajaran diniyah meliputi; Al Quran, tafsir, hadist, faraid, ilmu falaq, fiqih, sirah, akhalaq, dan Bahasa Arab.
Bahasa Arab adalah materi wajib dalam pembelajaran diniyah, yang meliputi; Imla, muthalaah, muhadasah, khat, insya, arudh, mahwu, sharraf, mahfudat, qoriah, nusus, kitabah. Pembelajaran bahasa Arab ini, dimulai dari kelas Ibtidah, mutawasshit sampai stanawi. Pembagian materi sesuai dengan jenjang marhalah, misalkan materi Arudh diajarkan di kelas 3 stanawi demikian juga nusus adabiyah.

Hindari 3M, Lakukan 3K

(Untuk Orang Tua dalam Mendidik Anak)

Hindari 3M;

1. MENGKRITIK
Selalu mengkritik anak akan menimbulkan ketakutan, ketidakpercayaan diri, bahkan orang tua yang selalu mengkritik anaknya dalam berbagai aktifitas, akan tumbuh dalam diri anak tersebut sifat "penakut", jika sifat tersebut tertanam dalam diri anak, ia akan takut melangkahkan kakinya, takut bermimpi, takut berkreasi bahkan takut untuk melakukan sesuatu yang biasa apalagi yang luar biasa. Dan selalu mengkritik anak akan menghancurkannya dari dalam.

2.MEMBANDINGKAN
Orang tua hendaknya tidak selalu membandingkan anaknya dengan saudaranya, temannya, tetangganya dan orang lain. Karena setiap anak dilahirkan berbeda dengan kemampuan berbeda pula. Membandingkan dengan orang lain hanya akan menjadikan anak marah, jengkel, bahkan ia takut menjadi dirinya sendiri, ia akan selalu membandingkan dirinya dengan orang lain, selalu mengukurnya, kalau tidak sama, ia bingung, takut salah, dan menjadi orang yang lemah. Maka tanyakanlah padanya?"Apa yang biasa kamu lakukan, apa yang akan kamu lakukan?"

3.MENGELUH
Orang tua hendaknya tidak selalu mengeluhkan keberadaan dirinya terhadap anaknya, misalkan "saya sudah siapkan semua fasilitas, sekolah bagus, makanan, motor, mobil, tapi kenapa kau masih seperti ini, ayah sudah capek dengan kamu, kamu kok belum rajin, tidak pernah dapat rangking dll". Jika keluhan orang tua  selalu dilontarkan  pada anak, ia akan merasa serba salah dan selalu merasa berdosa, anak akan ciut dalam bergaul, dan akan mengurangi semangatnya, meskipun tujuan kita untuk menyemangati, tapi kita keliru. Mengeluh hanyalah sifat para pemalas.

Selasa, 17 November 2015

Duka para Burung




Halimi zuhdy 

Meriahnya gersang, 
menorehkan duka burung burung yang tak lagi bernyanyi 
Pagi Merangkai siul di krangkeng kemewahan 
Wajahnya sendu, 
berselimut pekat 

Rumah rumah bertingkat, 
merayakan hasrat,.
burung bungkam pengap di hotel ini, 
kulihat burung burung besi berpesta, 
membawa sejuta cita, 
dengan angkuhnya berkata, "kubawa orang orang besar di dalamnya, menuntun dunia

Kamis, 01 Oktober 2015

Sajak-Sajak Halimi Zuhdy Jawa Post 27-9-2015



IHRAM

di tengah gurun, angin melipatkan debu
menghembuskan suara detak, di balik kain-kain putih yang melilit

labbaik-labbaik Allahumma labbaik
labbaik-labbaik Allahumma labbaik
suara getar, memanggil asma, menyambut lapang
Tuhan hadir dalam relung dan jasad

datang tak membawa batang
tak menyisakan butir yang nyinyir dalam gemerlap tahta
meninggalkan kerumunan sorak sorai diri yang kadang tersisa, walau harus basi
kain ihram, tak bersulam, meratapidiri suka mabuk puji

Nostalgia Langit dan Bumi

(Membaca sajak-sajak Ria AS )
 
Halimi Zuhdy
 
Sebagian orang berpendapat bahwa bagi penyair menulis atau menciptakan sebuah sajak sama dengan membangun citra (images) lewat bahasa yang menjadi pilihannya. Melalui satuan-satuan bahasa, kata, frasa, atau unsur lingual lainnya, penyair mencoba mengukuhkan pengalaman empirik indrawinya yang kemudian dikomunikasikan kepada para pembaca. Dalam hal ini, antara penyair yang satu dengan yang lain akan memiliki derajat yang tidak sama, baik dalam hal menggunakan sumber itu maupun dalam hal pendayagunaan dalam sajak.
Puisi-puisi Ria AS menggambarkan berbagai peristiwa, baik peristiwa batin atau peristiwa dahir, peristiwa batin yang saya maksud adalah percintaan, perenungan, releguitas, pergolakan hati dan pemikirannya. Sedangkan peristiwa dahir , seperti ketimpangan sosial dan ketidakadilan lainnya.
Antologi puisi yang berjudul “Ada Hujan Turun Pelan-Pelan” ini adalah rekaman peristiwa yang baik oleh Ria AS. Dari judulnya, kita bisa melihat rekaman kompleksitas peristiwa kehidupannya yang ia citrakan lewat hujan. Ria AS banyak mengambil sumber inpirasi puisinya dari derai -derai hujan yang mengecupnya. Hujan ia anggap sebagai peristiwa yang tidak biasa : sebuah kenangan, cinta, penjelmaan, takdir, nafas, detak, aroma, petaka, dan reinkarnasi.

Selasa, 29 September 2015

Luka, Yang Kurindu


-maafka------------

maaf, aku pernah menggores luka yang telah luka
maaf, luka itu membuat seribu luka baru dalam batinmu
maaf, lukamu ternyata telah membusuk menjadi luka luka baru
dan sekali lagi saya mohon maaf, kalau luka itu membuat kau menjadi rindu padaku.
dan tolong maafkan aku, kalau hari ini luka itu sudah menjalan keseluruh tubuhmu,
jangan marah ya, dan sekali ini terima maafku, kalau luka itu telah membiru dan menjadi diriku ini,


"terimakasih kau telah membuat luka dalam hidupku" itu katamu.

terima kasih juga, kau mau untuk saya lukai dengan seribu jarum hatiku,
aku tak bermaksud melukaimu, hanya karena dengan luka itu, aku bisa masuk keseluruh tubuhmu.

 maafkan luka

Jumat, 24 Juli 2015

Siramlah bunga, bunga akan memberikan cinta




Ketika meliwati taman bunga yang indah, kusaksikan beberapa orang yang menyirami bunga dan pepohonan, beberapa hari berikutnya bunga yang disiram semakin menampakkan keindahannya, dan pepohonan menampakkan buahnya, dan keindahannya saya saksikan sendiri, dan saya yakin orang yang menyiram dan orang yang ada disekitarnya merayakan keindahan bunga-bunga yang indah itu. Dan tidak pernah ada ruginya ia menyiram, walau tidak dibayar.



Demikian tidak pernah ada ruginya memuji orang, mengunggulkan orang, meninggikan orang,  memuliakan orang, bahkan menghargai orang. Jika ia menghargai orang, ia akan berharga. Namun, masih banyak orang takut menghargai, memuji dan meninggikan orang lain, karena takut menjadi pesaing bahkan takut kehilangan harga dirinya, karena ada competitor baru. Tapi hasil penglihatan saya, tidak ada orang yang terjerembab kelubang yang lebih rendah gara-gara ia menghargai orang lain atau mengungulkan orang lain. Bahkan, semakin yang menghargai orang lain, kedudukannya

Rabu, 03 Juni 2015

KAWAH CINTA

Untuk Guruku D. Zawawi Imron


Halimi Zuhdy 


Kaulah penjaja cinta
yang tak pernah lelah
oleh terik mentari, hempas gelombang
tusuk duri, gersang gurun,
gelap malam, terjal Arjuna,
celoteh penguasa yang penuh dusta,
kau jajakan cinta pada Maha Cinta
Kau kumandangkan alunan cinta
Dari desa yang terpencil
Ke kota yang penuh bising
Bahkan ke manca negara yang tak pernah hening dan pesing
Kau alunkan kata-kata rindu
Lewat saja-sajak syahdumu

Rabu, 20 Mei 2015

SEMUANYA AKAN BERLALU



“Sayang, cobaan yang mendera akan segera sirna”
hanya kata-kata itu yang mampu kusandingkan di telinganya, walau istriku tidak pernah mengeluh, tetapi kata-kata akan mampu membangkitkannya, menenangkannya, dan memberikan sejuta harapan.

Pagi itu, air matanya mengalir deras, senyum yang biasa menghias bibirnya  tenggelam bersama isak tangisnya yang begitu mendera prasaan. 

“sayang, ada apa” sapaku dengan gugup.
air mata itu, kuusap dengan segera, agar air matanya yang begitu indah tidak berderai di lantai, biarkan semua kesedihannya mengalir di tanganku.

Selasa, 12 Mei 2015

Langit Rinduku, Berserak



Halimi Zuhdy


Kau tahu, langit yang kau ciptakan tahun lalu
Menggiring awan duka di hatiku
Kini mentari yang kubuat, juga tak mampu menyinari bumi
Ku ingin langit itu hancur bersamamu
Atau, matahari tak muncul lagi

Aku tahu semuanya, hanya mimpi
Biarkan! dunia yang kita ciptakan, berada di dunia Tuhan yang hakiki.
memoles kata tuk cinta, bukan keserakahan 

Malang, 12-5-2015

Kamis, 09 April 2015

Hanya Kepada Allah

Memang tidak bisa berharap penuh pada manusia, karena ia hanya sebatas antara.
Berharap hanya kepada Tuhan semata, karena apapun yang terjadi hanya kehendakNya.
Wallahul mustaan wailahi tuklan (kepada Allah tempat minta pertolongan dan kepadaNya berserah diri)

Rabu, 08 April 2015

Allah yang membuat TERKENAL



kalau ingin terkenal mintalah sama Allah, atau tidak usah diminta, kalau sudah waktunya terkenal, pasti nantinya juga terkenal, dan tidak usah menebar pesona, bersikap munafik, apalagi mencari wajah dihadapan wajah yang tidak abadi, karena yang membuat terkenal hanyalah Allah, sebagaimana dalam ayat, "warafa'na laka dzikrok : dan Kami tinggikan bagimu sebutan (nama)mu". cukuplah mencari wajah dihadapan Allah, suatu saat tidak hanya terkenal di Bumi, langitpun juga mengenalnya. atau tidak terkenal di bumi, tapi langit sangat mengenalnya. Allahu a'lam bishawab.

Selasa, 07 April 2015

Masalah, Jangan cari di Akarnya




Kalau kau  punya masalah, jangan kemudian cari sumbernya, nanti kau akan kesulitan memulihkan keindahan masalah di dalamnya, tapi carilah disemak-semak hatimu, mungkin ada jejaring yang lagi diganggu virus, baik virus amarah, dengki, hasad, atau kemaksiatan lainnya. Karena, pepohonan yang tak berbunga, atau sulit berbuah, atau kadang pepohonan yang selalu kehilangan dedaunan, maka carilah ulat yang melekat, bukan kemudian mencabutnya dan dicari diakarnya. Karena, ulat adalah bagian dari keindahan kehidupan pepohon, walau ia dianggap hama, demikian dengan masalah adalah bagian yang dari kehidupan manusia.

Rabu, 01 April 2015

Bawalah Dia Padaku


Aku hanya berharap kau datang kepadaku membawa rindu, tak lebih
Aku hanya ingin, kau mengangguk di depanku, ketika kubertanya "apakah kau mencintaiku?"
Aku hanya ingin kau berkata jujur padaku, tentangku dan tentang dirimu, tak ada rahasia
Aku juga hanya ingin kau benar-benar menjadi Sajadah dalam sujudku padaNya.

Selasa, 31 Maret 2015

Mencintai Pemilik Cinta


Jangan terlalu terlena, apalagi sampai mabuk dari “cinta” atau “mencintai” manusia, karena hati manusia akan selalu berubah. Kemarin cinta, detik ini cinta, besok cinta, tapi belum tentu besok lusa masih cinta, atau bahkan detik ini pun, cinta itu berubah kebencian.
Maka, cintailah pemilik manusia, kalau Ia sudah cinta, tak akan ada kebencian selamanya, bahkan manusia kan tergiring untuk mencintaimu, karena cinta yang ditebar, menenggalamkan kebencian.
Salam Cinta#Halimi Zuhdy

Senin, 30 Maret 2015

Aku Ingin “Mendengki”, “Lelautan, Pengunungan dan Dedaratan” Melarangku



Halimi Zuhdy


Seandainya aku bisa bertanya tentang "kedengkian", maka kutanyakan kepada gunung, daratan, lautan, sungai, pepohonan, dan rerumputan.

“Wahai Darat mengapa kamu diciptakan menjadi Darat, apakah kamu rela menjadi Darat ?” kucoba bertanya pada Daratan.

Tiba-tiba Daratan berbisik, sambil menjawab "kenapa aku diciptakan menjadi daratan, yang hanya diinjak-injak oleh manusia, hewan dan akar-akar yang memenjarakanku, kenapa aku tidak menjadi gunung saja, yang tinggi menjulang, menjadi paku bumi, dan bisa melihat daratan yang luas".  Keluhan Daratan belum selesai.