السلام عليكم ورحمة الله وبركاتة
YA RABB BERILAH CINTAMU, WALAU SETETES BIARKANLAH : HATI, PIKIRAN, TUBUH KITA SELALU MENDEKAT PADA-NYA

Facebook Halimi Zuhdy

Senin, 05 Desember 2016

Fatwa Cinta 13

Kebermaknaan pena dan kertas, bukan karena bertemunya keduanya, tetapi bagaimana pena mampu mengeluarkan tinta dan kertas mampu mengabadikannya. Dan bagaimana menuliskannya sehingga menjadi sejarah karya.
Demikian manusia, bukan bertemunya dua manusia dan menikah,tetapi bagaimana ia mengukir sejarah cinta dan rindu dalam kehidupannya.


Halimi Zuhdy
Malang, 05/12/2016

Fatwa Cinta 12


Yang paling setia mengawal zaman,  musim panas dan dingin. 
Demikian juga engkau, selalu berada dalam bahagia dan gembiraku.

Malang, 05/12/2016
Halimi Zuhdy

Fatwa Cinta 11


Semakin menjauh dari tubuhnya, semakin dekat dengan hatinya. Semakin rahasia keberadaannya, semakin nyata rinduku. Hakekat cinta, bukanlah untuk mempertemukan dua fisik, tapi bagaimana menyatunya hati. Ketika hati merindu, fisik hanyalah sebuah antara. 

Malang, 05/12/2016
Halimi Zuhdy


Fatwa Cinta 10


Nikmatnya kopi, bukan karena manisnya gula, bukan pula pahitnya biji kopi. Tapi, bagaimana memadukan dan menyeduh keduanya menjadi aroma arabica. Demikian, nikmatnya kehidupan bukan karena limpahan harta, segudang jabatan, pesona kecantikan, tapi bagaiamana mewarnai hidup untuk melukis surga.


Halimi Zuhdy
Malang,27/11/2016

Fatwa Cinta 9


Langkah kakimu tak kan pernah sempurna dan menjauh, jika selalu bersama. Ada saatnya, kaki kananmu mendahului, dan kaki kirimu melambat. Karena keindahan tidak harus selalu bersama, tapi bagaimana kita memahami ritme langkah kita masing masing menuju finis cinta.

Halimi Zuhdy
Malang,27/11/2016

Jumat, 25 November 2016

Fatwa Cinta 8




Tulang rusukmu yang sudah bersemayam dalam diriku, mencengkram seluruh otot tubuhku, menguatkan hidupku untuk selalu bersama bergerak, berirama, berotasi membingkai cinta. Darah, daging, kulit yang menyelimuti tulang kita, adalah keindahan. Kita harus selalu tersenyum ketika luka merobek tubuh kita, karena tulang kita tetap putih, seperti janji kita dulu, hanya rindu.

Halimi Zuhdy
24/11/2016

Rabu, 23 November 2016

Fatwa Cinta 7



Biarkan mendung itu datang, hujan kan berderai, cahaya pun bertandang. Tak akan pernah ada keajaiban, jika kau benci kegagalan.

Halimi Zuhdy
Malang, 23/11/2016

Fatwa 6


Jika rindu itu masjid, menara sebagai rasa, kiblatnya cinta. maka, kasih sayang adalah sujud keabadian.

Halimi Zuhdy
23/11/2016

Fatwa 5


Ketika marah, setiap huruf akan menjadi bara, seakan setiap huruf akan membakarmu, maka diamlah. Jangan pula menulis, setiap kata menjadi nista.


Malang, 23/11/2016

Fatwa Cinta 4


Cinta tak berwarna, jika karena hitam kau benci, hitamnya ka'bah paling dicari. Jika putih paling kau rindu, putihnya kafan sering kau pilu.
Halimi Zuhdy

Malang, 4/11/2016

Jumat, 04 November 2016

Fatwa Cinta 3


Semua tentangmu aku simpan di hati, barangkali kau kan membenciku, kan kutirai semua file hati untukmu, bahwa aku tak pernah membencimu. Kalau kau menemukannya, barangkali itu perasaan yang bernafsu, bukan kata hatiku.

Halimi Zuhdy, 4/11/2016

#FatwaCinta

Kamis, 03 November 2016

Fatwa Cinta

Fatwa Cinta 2

Fatwa yang paling aku rindukan, adalah Fatwa Cinta.
Jika aku salah merindukannya, biarkan aku dihukum seberat-beratnya, asalkan Ia tetap masih bisa kurindukan.
Jika aku mencintainya, biarkan cinta itu tersesat selalu padanya, asalkan masih ada rasa untuk mencintainya.

Betapa gunung selalu merindukan kerikil untuk menjulang tinggi, seperti aku yang selalu membutuhkan senyummu, untuk hidup seribu tahun lagi.

Aku selalu ingin kau merindukanku, walau itu hanya dalam hayalku, tapi keindahan itu tidak harus dirindukan, tapi merindukan. maka cukuplah aku, merindukanmu.

Malang, 03-11-2016
Halimi Zuhdy

Rabu, 02 November 2016

Pertajam Cinta

Fatwa Cinta 1
 
Manusia tidak seharusnya  mempertajam pisau untuk membunuh, tetapi mempertajam hati untuk mencintai. Tidak memperkuat dan memperkokoh benteng untuk saling melindungi, tapi memperkuat ruh untuk saling memahami. Tidak menambah wawasan untuk saling menyerang, tapi menambah wawasan untuk saling sayang. Tuhan, Sang Pencipta selalu mencintai parapelaku dosa, yang kembali padaNya.

Kamis, 06 Oktober 2016

PRAJAB; Menjabat “Pra” Jabatan




 Halimi Zuhdy


Malam berselimut gelap
Melihat bulan penuh harap
Cahayanya bertandang, kau gegap
Malam itu, kau penuhi dengan pesta; keangkuhan, keserakan, kesombongan
Malam itu, benar-benar kau mabuk; tahta, harta, warta, berita, dan jejal mata
Malam itu, kau sangka, kau telah menjadi “raja”

Kawan!!! ini masih malam
Cahaya hampir memudar
Rembulan kan kembali ke peraduan
Mengapa kau masih siap-siap berpesta lagi, tar kau kecanduan

Kawan!!!! Ini masih malam
Rembulan tertutup awan, kita harus pulang
Gelap akan datang, serombongan serigala akan menantang

Rabu, 14 September 2016

Mengapa Air Mengalir

Mengapa air mengalir? Pasti, kamu memiliki jawaban yang berbeda-beda, sesuai dengan pengetahuan kamu.

Diantaranya;

1) karena air memiliki sifat menekan segala penjuru.
maka, agar kehidupan kita tidak statis, tidak kaku, tidak selalu mengeluh dengan berbagai persoalan hidup, dan agar kehidupan kita selalu mengalir seperti air, maka bagaimana kehidupan ini selalu memiliki arah dalam segala hal, memiliki tujuan, memasuki ruang-ruang yang masih diisi lamunan, selalu mencoba beristraksi denga semua orang, bersilaturahmi, dan membuat hidup selalu mencari celah untuk menuju Samudera. samudera inilah tujuan terakhir, Samudera Ilahi. 

2) Dan juga, air akan mengalir dari tempat yang lebih tinggi ke tempat yang lebih rendah. Demikian pula kehidupan, jika seseorang selalu diliputi oleh kesombongan diri; kebanggaan harta, tahta, ilmu, ibadah, dan lainnya tidak akan pernah sampai pada semudera Ilahi, atau tidak akan mampu mengalirkan hidupanya dari hulu ke hilir, jika air ia selalu merasa tinggi. berbeda dengan orang yang tawadhuk, maka air itu akan selalu datang menemui, berjibun di sumur, di kolam, dan tempat-tempat yang lebih renda.


Kamis, 18 Agustus 2016

PUNCAK IBADAH, MENUJU SEBUAH PERTEMUAN BESAR





Betapa indah, Allah swt menciptakan berbagai macam ritual Ibadah, seperti; Shalat, Puasa, Zakat, haji dan ibadah lainnya. Keidahannya, bisa kita lihat dan rasakan dari setiap awal dan akhir dari ibadah itu sendiri, demikian juga proses dari awal menuju akhir.
Akhir dari perjalanan ritual ibadah di atas, menuju sebuah titik besar, yaitu; pertemuan besar, perkumpulan agung, perhelatan indah, dan bertemunya ruh dan diri antar manusia dalam satu tempat, satu waktu dan satu rindu. 

Sebuah kerinduan antar manusia yang kemudian diberikan wadah oleh Allah swt dengan berbagai macam ibadah, ada kerinduan cinta atas nama kemanusiaan, “zakat”. Ada kerinduan harian yang selalu dipupuk, yang kemudian memberikan hakekat cinta yang sebenarnya, “shalat dengan Jamaah”. Rindu yang tidak berhenti dan terus mengalir bagai sungai niil, yang terus berkarnaval dan bertemu di samudera cinta, “Haji”. Dengan mengasah diri, membangun keindahan, mentirakatkan diri dan jiwa agar bertemu dengan sesama ruh yang bersih “puasa”, yang ditutup dengan perhelatan besar di tanah lapang, dengan satu gerakan dan satu ungkapan takbir membahana dalam prosesi “Shalat Iid Fitri”. 

Senin, 15 Agustus 2016

Badai Datang, Bergembiralah!



Jika badai itu menghantam, bergembiralah, barangkali ia akan menghantarkan perahu kita ke dermaga.

Atau mungkin, perahu kita hancur, kita tenggelam di dalam dasar laut, tetapi kita menemukan kemilau mutiara.

Atau, kita tidak sampai ke dermaga, tidak pula menemukan mutiara, barangkali kita mampu memetik pengalaman, betapa lautan yang Allah ciptakan "menyimpan banyak rahasia", kita mendapatkan ilmu.

Atau, kita tak menemukan apa pun dalam rahasia badai, kita benar-benar menghilang dan nafas pun menemui Allah, insyallah kita syahid, sorga yang kita temukan.

selalu berfikir indah dalam situasi apa pun, karena Allah swt selalu memberikan kejutan dalam badai kehidupan, maka tersenyumlah selalu.

Rabu, 10 Agustus 2016

CARA MUDAH DAN CEPAT MEMBACA KITAB KUNING





 Selalu ada yang menarik, ketika melakukan sesuatu, mencoba yang baru, membongkar yang lama dimodifikasi kembali, atau yang lebih menarik adalah berani untuk berbeda dengan merasakan hasilnya. Sesuatu tidak harus tetap, istiqomah, dan paten. Karena sesuatu yang dianggap bagus, belum tentu selamanya bagus, bisa saja ada yang lebih bagus, walau anggapan bagus dan lebih bagus sesuai dengan selera yang menilainya.

Kita sama-sama mengetahui, bahwa tidak ada sesuatu yang sempurna, bahkan sesuatu yang dianggap sempurna, selalu tampak kekurangannya. Maka alFaqir beberapa tahun terakhir memperhatikan beberapa metode Membaca Kitab Kuning yang dianggap bagus oleh orang, tertanyata hasilnya diluar kenyataannya, atau kurang memuaskan, baik bagi pengguna dan juga bagi tutornya. Ketidakpuasan yang saya maksud, adalah ketika metode ini saya ujicoba sendiri setelah mengikuti serangkaian pembelajaran yang harus ditempuh, ya…metode itu hanya menjadi serangkaian seremonial tetapi kurang memuaskan. Tetapi, saya sangat salut bagi pendidik, guru, ustadz, kyai yang selalu mencari metode terbaru dalam mempermudah atau mempercepat bisa membaca kitab kuning, Karena tidak semua orang memiliki ide dan kemudian dituangkan dalam satu buku, yang kemudian diujicobakan, ada yang berhasil, ada pula yang tidak berhasil.

Kamis, 04 Agustus 2016

ISTAFTI QOLBAK, Mintalah Fatwa pada Hatimu

Halimi Zuhdy

Banyak orang merasa kesepian ketika ditinggal oleh tunangan, keluarga, orang tua, saudara dan teman-temannya. Kesepian karena merasa tidak ada yang menemani, bahkan apapun yang ia miliki; Hp, Televisi, buku, juga tidak mampu diajak berdialog apalagi menghibur dirinya. Semua menjadi sepi, senyap.....dunia seperti kehilangan keindahan, kemolekannya, kemesraannya, ia hanya menemukan kegersangan, kejumudah, kegelisahan tanpa henti, Apalagi di tengah malam yang sepi, hanya temaram lampu yang menghias, ia hanya berteman dengan kegalauan dan kegelisahannya....tak pernah ada solusi, menangis sekuat diri.

Saya jadi teringan hadis Nabi “istafti qalbak”, mintalah fatwa pada hatimu, ini sebuah pesan yang luar bisa, yang mampu membongkar kebekuan, kesepian, bahkan kegelisahan. Pesan yang sering dilupakan ini akan menjadi jawaban dari sebuah kesepian, kegelisahan dan kebekuan. Seseorang yang selalu ingat pesan tadi, tidak akan pernah merasa kesepian. Ia hanya akan merasakan bahwa ada sesuatu yang paling akrab dalam dirinya, menamani dalam setiap geraknya, bahkan lebih dekat dan lebih setia dari yang lainnya, yaitu HATI.
 
Hati bisa diajak untuk berdialog, hati juga bisa dimintai pendapat, dari pesan teks di atas (istafti qolbak), ia lebih bisa memberikan solusi, bahkan lebih tepat, lebih bisa memberikan solusi dari orang-orang yang berada di sisi kita. Pertanyaannya, "Hati yang bagaimana yang mempu memberikan solusi"?

 

Jumat, 15 Juli 2016

Mari Kita ke Surga Dunia dulu, Sebelum ke Surga Akhirat




 
Bagaimana Menuju Surga
Halimi Zuhdy

Surga, idaman semua orang, semua agama, semua ajaran, semua kepercayaan, bahkan orang yang melakukan kemungkaran, kekejian, kerusakan juga mengharapkan berada di surga. surga dalam pandangan mereka berbeda-beda, sesuai dengan nalar dan kepercayaan mereka. Tidak hanya orang dewasa yang mengharapkan surga, anak kecil pun yang belum tahu dosa dan pahala, juga menginginkan surga. Dan dalam pandangan mereka surga hanyalah satu keyakinan, yaitu tempat yang indah, semua serba ada, dan semua kebetuhan terpenuhi. Orang yang bosan terhadap proses menuju surga yang sebenarnya, terkadang membuat surga-surga dalam pikiran dan prilaku mereka, dengan melakukan perzinahan, menegak minuman yang memabukkan, ekstasi, dan mengumbar segala kekayaannya, kemewahannya dan kesombongannya. Mereka melakukan dua hal demi kepuasan surga dunia mereka, dengan (fisik) harta, tahta, wanita/laki-laki, keturunan dan (non fisik) pujian, kesombongan, dan lain sebagainya.

Senin, 27 Juni 2016

Memiliki Derajat yang Sama

Mahasiswa dan Dosen ada pada derajat yang sama, mencari Ridha Allah. Maka seorang dosen harus memiliki kesabaran untuk mengabdikan, memberikan, menghiklaskan, memperjuangkan, walau angin fitnah, kemalasan, selalu menerpanya.

Demikian pula mahasiswa, harus selalu sabar menerima tugas, menerima ilmu, bertirakat sekuatnya, dan meminta kepada Allah agar ilmunya bermanfaat.

keduanya, akan berada pada tempat yang sama "sorga" jika melakukan dengan penuh tanggungjawab. Tangjawab keilmuan yang dimiliki oleh dosen, dan tanggungjawab mencari oleh mahasiswa. 

Malang, 14/06/2016

Orang Mulia

Orang mulia, bukan orang yang dimuliakan,
tetapi orang yang bisa memuliakan orang lain.

orang terhormat bukan orang yang dihormati,
tetapi orang yang bisa menghormati orang lain

orang baik, bukan orang yang tidak bernah berdosa,
tetapi ia selalu sadar akan dosa-dosanya, dan bertaubat.

Selasa, 14 Juni 2016

Tahukan Anda, mengapa Hari Ahad diganti dengan Hari Minggu?




Beberapa puluh tahun terakhir ini, hari Ahad mulai lenyap, dan bahkan ketika kita bertanya kepada siswa atau mahasiswa atau halayak umum, mereka sudah tidak lagi tahu asal-muasal Minggu yang berasal dari hari Ahad. Dan mereka dengan entengnya menyebut hari Ahad dengan hari Minggu. Dan yang lucu lagi, banyak yang tidak mengenal bahwa hari hari yang ada di Indonesia berasal dari bahasa Arab, Senin (isnain), Selasa (sulasa’), Rabu (arbia’), Kamis (khamis). Jumat (Jumuah), Sabtu (Sabt).
Setelah penulis telisik dari berbagai leteratur bahwa hari Minggu adalah nama yang diambil daribahasa Portugis, Domingo  yang berarti “hari Tuhan  kita, dan akhir abad ke-19 dan awal abad ke-20, kemudian kata ini dieja sebagai Minggu. Hari tersebut, Bagi salah satu umat yang ada di dunia, yaitu umat Kristen, nama hari Minggu selain diidentikkan dengan Hari Tuhan, juga sebagai hari kebangkitan, hari peristirahatan dan hari untuk beribadahdan pada hari Minggu ini umat gereja memperingati hari Minggu sebagai hari perhentian bagi orang Kristen sekaligus hari peringatan akan kebangkitan Yesus. 

Rabu, 25 Mei 2016

Azab Besar yang Tak Tampak

 Setiap hari kita jalani kehidupan ini dengan penuh gembita, gembira dan bahkan tak pernah merasa kita berselimut azab. Seakan-akan bunga selalu mekar, semerbak harumnya merasuk nusuk kesanubari, indah sekali.

Suatu hari seorang kyai ditanya oleh santrinya,"kyai, berapa banyak kita berbuat dosa, dusta, dan maksiat, tetapi mengapa Tuhan tidak mengazab kita?".

Kyai menjawab,"Nak, berapa banyak Allah mengazab kita, tetapi kita tidak mengetahui".
Santri tadi terkaget kaget, azab apa? Kehidupan yang berjalan indah, azab hanya ada pada masa para nabi terdahulu, sekarang kalau ada azab hanya di daerah daerah tertentu yang orang orangnya berprilaku tidak waras. Mereka yang ditimpa azab yang tidak  shalat, tidak menuaikan zakat, dan dosa dosa lainnya. 

Kyai menjawab dengan tenangnya, "Nak, azab yang tersembunyi tidak kau rasakan itu lebih besar dari apa yang kau rasakan". 

Santri semakin bingung, "masak ada azab yang tidak dirasakan, azabnya pun besar, pasti kyai ngarang", sambil menggerutu.

Senin, 23 Mei 2016

Pembelajaran Bahasa Arab di Thailand


Thailand sebuah negara yang berada di Asia Tenggara ini memiliki beragam agama, namun penduduk Thailand secara mayoritas beragama Buddha, disusul dengan Islam, Kristen  dengan berbagai macam sedangkan di selatan Thailand mayoritas beragama Islam. Secara umum memiliki dua macam pendidikan, pendidikan akademik (istilah di thailand) dan pendidikan Agama. Akademik (umum) dikelola oleh pemerintah dan wajib diikuti oleh seluruh rakyat thailand, jika tidak mengikutinya, maka tidak dapat bekerja atau pengakuan pemerintah, sehingga sekolah apapun di Thailand diwajibkan untuk mempelajari Akademik (ilmu umum), ada juga materi keagamaan tetapi hanya satu jam pelajaran.

Sedangkan di sekolah swasta, seperti mahad diajarkan keduanya, kalau pagi sekolah diniyah, siangnya sekolah akademik. Pembelajaran diniyah meliputi; Al Quran, tafsir, hadist, faraid, ilmu falaq, fiqih, sirah, akhalaq, dan Bahasa Arab.
Bahasa Arab adalah materi wajib dalam pembelajaran diniyah, yang meliputi; Imla, muthalaah, muhadasah, khat, insya, arudh, mahwu, sharraf, mahfudat, qoriah, nusus, kitabah. Pembelajaran bahasa Arab ini, dimulai dari kelas Ibtidah, mutawasshit sampai stanawi. Pembagian materi sesuai dengan jenjang marhalah, misalkan materi Arudh diajarkan di kelas 3 stanawi demikian juga nusus adabiyah.