السلام عليكم ورحمة الله وبركاتة
YA RABB BERILAH CINTAMU, WALAU SETETES BIARKANLAH : HATI, PIKIRAN, TUBUH KITA SELALU MENDEKAT PADA-NYA

Facebook Halimi Zuhdy

Jumat, 06 Januari 2017

Fatwa Cinta 26


Halimi Zuhdy

Senyum tampak indah, bila hati merekah. Senyum kan hambar, bila hati berawan. 

Senyum adalah sedekah, karena ia memberi, memberi adalah mengeluarkan, mengeluarkan adalah membersihkan, membersihkan dari; dengki, hasad, iri, amarah, sombong, dan keangkuhan. Membersihkan dapat menyucikan, suci; jasad, hati, dan pikiran adalah keberuntungan. Qod aflaha man tazakka(Ayat).

Keindahan bukanlah bentuk yang selalu tampak, tapi bagaimana ruh cinta menyelimuti.

Gresik, 1/1/2017

Fatwa Cinta 25


Halimi Zuhdy

Suatu hari, seseorang memasuki lapangan yang sangat luas, tiba tiba di pojok sebelah kiri lapangan, ada ular besar, sedangkan di pojok kanannya, ia melihat anjing menggonggong keras seperti ingin menerkam, dan ditengah tengahnya ada harimau menampakkan taringnya.

Anehnya, orang tersebut tidak lari, bahkan ia menertawakan desis, gonggong, dan auangan suara hewan itu. Kenapa kau santai saja? Tanyaku. "Mengapa harus takut dan lari, lapangan ini luas sekali, walau kita bersama di lapangan, tetapi ia jauh, tidak mungkin menerkam dan mematuk, toh kalau ia mau menerkam saya bisa memutari lapangan ini, jawabnya".

Tapi berbeda, dengan teman yang satunya, ketika ia memasuki kamar tidur yang sempit, ia berteriak dengan histeris, keringatnya bercucuran, suaranya parau, sambil terengah engah. Saya melompat dari kamar sebelah, saya tanya ada apa? tu ada tikus, ni nyamuk juga banyak, tuh lagi ada kecoa. jawabnya. Hanya tikus melintas dan kecoa yang terbang di atasmu, kau teriak, bahkan lari dari kamar. Apalagi ada ular dan harimau, bisa saja kau pingsan. gumamku.

Demikianlah gambaran, orang yang memiliki dada lapang dan hati luas, sebesar apapun masalah yang dihadapi, ia akan menghadapinya dengan pikiran dan hati jernih, bahkan ia menganggap masalah adalah hal biasa dalam kehidupan, ia tidak lari dari masalah apalagi sampai bunuh diri. Karena ia yakin, tidak ada masalah yang tidak bisa ia selesaikan, hanya saja bagaimana ia menghadapinya dan menyelesaikannya. Ia yakin, Allah memberi sesuatu sesuai dengan kemampuannya.

Berbeda dengan orang yang kecil hati, dada sempit, ia menghadapi masalah kecil saja; ia sudah kelabakan, menangis, kaget, sedih, dan putus asa. Ketika menghadapi masalah, ia bingung, amarah, dan menyalahkan orang lain.

Tertarik dengan surat Al insyirah, bagaimana Allah memulai dengan: "bukankan kami yang melapangkan dadamu" dan ditutup dengan ayat hanya kepada Rabbmulah hendaknya kamu berharap.

Ayat pertama menggunakan "Kami", artinya, Allah yang memberinya kelapangan, keluasan dada dan hati. Tetapi, ada usaha dan keterlibatan seseorang untuk menjadi lapang dan luas hati. Dan pada akhirnya, hanya kepada Allah lah harapan yang sesungguhnya, sebagaimana akhir ayat.

Namun, di antara ayat itu, seseorang harus yakin, "sesungguhnya setelah kesulitan, ada kemudahan", itupun diulang dua kali, dan kesulitan tidaklah sebesar kemudahan yang Allah berikan.
Dalam kitab Zadul Ma'ad "Sesuai dengan kesempurnaan (tauhid)nya, kekuatannya, dan peningkatannya, maka akan terwujudlah kelapangan dada orang yang bersangkutan"

Mojokerto, 31/12/2016

Fatwa Cinta 24


Halimi Zuhdy

Ketika kau ditanya, siapakah yang paling kaya?, maka jawablah segera, saya.
Mengapa saya, karena ke-saya-an dan ke-aku-an adalah perwujudan kekayaan itu.
Betapa, saya/kita sungguh sangat kaya. Hal ini berawal dari seseorang yang selalu mengeluhkan giginya yang sakit, harus dicabut dan diganti dengan gigi palsu, harganya ratusan ribu. "Mahal sekali ya, wong hanya satu gigi".

Beberapa menit berikutnya, bertemu seseorang yang tidak bisa kentut, dan mengeluhkan besarnya bayaran yang harus dikeluarkan, sekali kentut 70ribu, sedangkan sehari, normalnya kentut 27 kali, kalau 27x70=1.890.000. "Kentut saja, mahalnya selangit".

Beberapa hari kemudian, bertemu dengan orang yang matanya diperban, kenapa mata Bapak?, _ini nak, mata saya baru dioperasi katarak, harganya mahal banget. Dua jutaan keatas, belum lagi kaca matanya

Baru saja berbicara dengan Bapak tadi, tiba tiba tetangga saya memanggil dengan kerasnya, ustadz!, saya jenuh dengan kehidupan saya, masak setiap minggu harus cuci darah, sudah banyak uang yang saya keluarkan.Paling murah 1.000.000, teman saya gagal ginjal kronik stadium 5 cuci darah 2x dalam seminggu, sehingga dalam sebulan bisa melakukan 8x hemodialis atau mengeluarkan biaya min 8 juta. 

Ketika pulang kampung, saya bertemu dengan tetangga yang sesak nafas, dan harus menyemprotkan obat setiap hari, bahkan beberapa jam sekali. sudah beberapa tahun saya menggunakan alat ini, satu botol paling murah 100ribu. Mungkin, kalau dibelikan sapi, sudah banyak, ternyata sehat itu mahal ya. 

Masyallah betapa kita sangat kaya, dari lahir tumbuh gratis sampai sekarang. Mendengar gratis, menghirup udara gratis, mengeluarkan angin gratis, buang air besar besar kecil gratis, jantung berdetak gratis, darah mengalir di tubuh gratis, getah bening gratis, semunya gratis, kalau kita hitung apa yang terjadi setiap detik dalam tubuh kita, kita angan heran dan takjub, betapa Tuhan memberikan hal yang luar biasa.

Seandainya kita membeli kepada Tuhan, berapa biaya yang akan kita keluarkan, mungkin sehari bisa 1 milyar lebih, kita bayar satu keluarnya nafas saja dikali 30 ribu, sudah berapa juta rupiah kita keluarkan, belum yang lainnya. Ini kekayaan yang Allah berikan dalam kehidupan kita.
Kita sungguh kaya, uang harta kita melimpah, seandainya kita keluarkan untuk berobat, mampukah kita? Maka _kita_ adalah orang kaya, super kaya.

Masihkah kita mengeluhkan kehidupan kita, _saya miskin, saya tak punya apa apa, saya sakit ini saya sakit itu, sedangkan kehidupan diberikan gratis olehNya, belum alam dan isinya.

Kesehatan, Allah berikan mulai kecil, tapi kita selalu melihat duri di bunga mawar, lupa melihat embun mutiara di atasnya. 

Fabiayyi ala irobkuma tuadziban, nikmat apalagi yang kamu dustakan.

Malang, Jumat. 30/12/2016

Ditulis di pagi, ketika telinga masih mendengar kicau burung dari tetangga, dan mata masih menikmati bunga bunga indah, dan mulut masih menyempatkan menyuruput kopi hangat, tangan masih bisa bergerak untuk merangkai kata, dan tadi malam masih bisa bermimpi tentangnya_.

Fatwa Cinta 23


Halimi Zuhdy

Di saat kita berada di taman, kita menyaksikan berbagai macam tanaman dan tumbuhan. Tanaman Bunga; merekahkan diri, warna warni, mempesona, indah, harum semerbak. Tanaman Daun; mensarikan obat, menghias ruang, memberi mineral, menyedapkan rasa. Tanaman Buah; sumber vitamin, gizi, sumber air untuk tubuh, sumber antioxi, sumber obat. Tanaman Akar, menebar obat, perajut rasa, penyedap tubuh, dan hiasan mata; Ficus elastica, Canarium, Artacarpus altilis, dan lainnya.Demikian juga tanaman Batang, memberi rasa, obat, hiasan dan manfaat lainnya. 

Jika kita perhatikan pepohonan; ada yang batangnya rapuh, berbunga indah. Ada yang tak berbunga, berdaun lebat, bisa tuk bernaung. Ada yang tak lebat, tapi berbuah, menyegarkan penuh rasa. Ada yang tak berbunga, tak berbuah, tak ada dedaunan lebatnya, tapi akarnya mencengkram memberi jutaan obat. Ada pula batangnya kokoh kuat, tuk menyanggah rumah, walau tak ada bunga. Semuanya, mengahadirkan manfaat. Hanya terkadang, kita belum tahu rahasianya. walau berbeda cara memberi, tapi ia atas nama "pepohonan".
Demikian pula manusia; ada yang kaya, memberi dengan kekayaannya, walau memberi tidak harus menunggu kaya. Ada yang tidak banyak harta, tapi ilmunya ia wakafkan untuk umat. Ada pula yang tidak kaya, tidak banyak ilmu, tubuh dan hatinya ia sujudkan padaNya. Kadang, ia hanya memiliki aklaq tuk tersenyum indah, menyejukkan hati sesama. Kadang ia, tak memiliki apapun, tapi masih punya hati untuk orang lain, walau ada manusia memiliki segalanya, tapi hatinya ia simpan tuk keangkuhan.
Berbuat baik, tidak harus menunggu menjadi apapun dan siapapun, karena kebaikan selalu ada pada siapapun dan apapun.

Dan bagaimana kita melihat orang lain, keistimewaannya, bukan lubang dan segala buruknya.
Ada ungkapan Arab _la tahtaqir mandunaka, likulli syain maziyyah_ jangan kau remehkan orang lain, karena setiap orang/sesuatu memiliki keistimewaan.

Manusia seperti pepohonan dengan berbagai jenis dan macamnya. Bisa memberi kemanfaatan dengan berbagai kekurangan dan keistimewaannya. Indahnya Tuhan menciptakan manusia, _rabbana ma khalaqta hadza bathila

Brungbung, 27/12/2016

Rabu, 28 Desember 2016

Fatwa Cinta 22


Halimi Zuhdy

Gunung, ada yang tinggi, sedang, dan rendah. Mereka tidak pernah saling iri dan dengki. Bekerjasama memaku bumi.

Samudera juga tak pernah dengki, ada yang dangkal ada pula yang dalam. Menyimpan mutiara, Menghadirkan ikan ikan, menghempaskan ombak membawa untuk menghantar hajat manusia

Bintang bintang dengan gemerlapnya, tak pernah risau dan sedih, karena besarnya cahaya dan kecil sinarnya. Ia selalu hadir, tuk membintang bumi, menghias langit.

Demikian pula manusia, dengan berbagai profesi, variasi bentuk, warna kulit, derajat, pangkat, kaya miskin, tampan buruk, _hatta_ tercipta laki dan perempuan, tinggi-pendek-kecil, dan sebagainya selalu hadir dalam kehidupan, mengapa harus ada iri dan dengki ? Jika, Allah sudah mentakdirkan.

Walau takdir, kadang harus diusahakan, tetapi sabar dan syukur adalah jalan pengabdian. 


Sumenep, 26/12/2016

Fatwa Cinta 21


Halimi Zuhdy

Mengapa harus ada cinta, kalau harus selalu menyakiti.
Mengapa harus mencintai, kalau cinta membuat buta. 

Mengapa ada cinta, kalau tak pernah ada hati ?. Tanya ini,tidak butuh jawaban, hanya butuh tarikan nafas

Cinta, bersemayam di hati bukan di otak, ia tak perlu rasionalisasi, ia hanya butuh mendetak. Sedangkan Nafsu, tempatnya di otak.
Cinta bukanlah nafsu, demikian nafsu bukan cinta. Keduanya sulit, sangat sulit dipisahkan, bagi orang yang berdekatan.

Tetapi, bagi orang yang punya rindu, ia akan tahu kapan cinta dan nafsu bertandang.
Cinta, selalu mempertanggung jawabkan rasa kepada Tuhan. setiap rasa, ia rasakan, akan mengantarkan keperaduan hakekat. Maka, cinta kadang butuh logika, untuk menuju hakekat cinta. Walau kadang ia tak bisa dilogikan.

Logika untuk mempertimbangkan jalan rasa yang mulai bekerja, dan cinta menganalogikan hati untuk berhati hati, barangkali cinta di hati bukan untuk yang hakiki, pada akhirnya semua rasa dan rasio akan mati, tanpa mendapatkan sebuah arti.

Mencintai yang abadi, Akan abadi, mencintai untuk yang abadi akan mengantarkan keabadian diri.

Sumenep, 25/12/2016

Fatwa Cinta 20


Surga di telapak kaki ibu, Keindahan ibu tidak pernah kita bayangkan, ia melebihi keindahan yang ada, senyum dan tawanya tulus, sentuhan tangannya lembut, pelukannya hangat, pandangannya menyejukkan, kata katanya doa, wajahnya penuh damai, tangisannya embun yang membulirkan rindu, adakah kelembutan yang melebihi dirinya?

Mari, kita cari surga; cinta, rindu, kasih, pengabdian, ketulusan, di telapak kakinya; bagai debu tuk berbakti mengalahkan diri, merendahkan hati di hadapannya, mengabadikan dalam nafas doa. 

Malang,22/12/2016
Halimi Zuhdy

Rabu, 21 Desember 2016

Fatwa Cinta 19


Sukses, ketika wajah atasan melihat kita, memuji kita, mengangkat pangkat kita. 
Sukses, ketika penguasa merespon keinginan kita. 
Sukses, ketika kita dapat berhubungan baik dengan rekan bisnis kita. 
Sukses, ketika kita mampu bergaul dengan banyak orang, dan kita dikagumi.
Tapi kadang kita lupa, bahwa ada yang lebih patut mencuri perhatian kita, kadang lupa kita mencari perhatiannya, kadang terlalu sibuk mencari perhatian sesama, dan kadang benar benar lupa, bahwa kesuksesan hidup ketika dapat memperbaiki hubungan baik dengannya. Yaitu, hubungan dengan Allah. Sebagaimana kata Al-Alim asy-Syeikh Wahbah az-Zuhaili Rahimahullah berkata: Sesungguhnya rahasia kesuksesan dalam hidup adalah membaikkan hubungan dengan Allah Subhanahu Wa Ta'ala

Jika perhatian Allah yang kita inginkan, kenapa takut untuk tidak diperhatikan orang lain, jika perhatian kita kepadaNya lebih, maka hubungan dengan orang lain akan dijaga oleh Allah, _bukankah Allah yang mendekatkan hati yang jauh, dan melembutkan hati yang keras_. Cukuplah Allah untuk mencari wajah, ketika wajah wajah lain binasa, “Semua yang ada di bumi itu akan binasa. Dan tetap kekal Wajah Tuhanmu yang mempunyai kebesaran dan kemuliaan.” (Ar-Rahman : 26-27)

Halimi Zuhdy
Madura-Malang,20/12/2016

Fatwa Cinta 18


Dedaunan yang gugur, akan muncul dedaunan lain, lebih indah. Jaga akarnya, jangan sampai mengering dan tercerabut, ia akan selalu kuat.

Hidup pasti pernah kehilangan, kekurangan, kesedihan, sakit dan gagal, namun kan  tetap indah.
Kehilangan hanya untuk memutar kewujudan yang lebih baik, maka hakekatnya adalah kebaikan yang datang. Ia akan berganti dedaunan baru. Demikian pula; kekurangan, kesedihan, sakit dan kegagalan, hanyalah pergantian menuju kekayaan, kegembiraan, kesehatan dan Kesuksesan, semuanya akan selalu indah. Asal, akar iman terus menghujam dan mencengkeram, dahan dahan akan menumbuhkan cinta, hempasan angin apapun kan tetap bahagia. Ia datang, tuk tahu siapa pemenangnya

Halimi Zuhdy
Malang-Madura,19/12/2016

Rabu, 14 Desember 2016

Fatwa Cinta 17

Malam indah, bukan karena gulita menyelimut. Tapi, rembulan yang malu bertandang terang. Demikian pun manusia, indah, karena masih ada rasa yang terpandang. 

Halimi Zuhdy
PP. Darun Nun Malang, 9/12/2016

Fatwa Cinta 16


Air yang direbus, mendidih dan bergolak. Ketika ia didiamkan, bening pun kan tampak, wajah kita kan terekam dengan indah. Demikian, orang ketika dalam amarah, ia akan selalu emosi, egois, dan sulit merasakan damai, wajahnya sendiri tak tampak. Namun, jika ia tenangkan hatinya, semuanya akan terlihat indah, mempesona dan mampu membuat cermin diri dan orang lain.


Halimi Zuhdy 
Ngawi, 12/12/2016

Fatwa Cinta 15


Mutiara semakin diasah, semakin mengkilap, kilaunya semakin mempesona. Demikian pula cinta, semakin ia berusaha untuk menyelami rasa, cinta akan menebar dan menguatkan rindu.

Halimi Zuhdy

Yogyakarta, 11/12/2016



Fatwa Cinta 14


Gembira, karena pernah merasakan sedih. Jangan terlena dengan kegembiraan, karena sedih akan menghujam lebih dalam. Jangan pula terlalu larut dengan kesedihan, ia akan mematahkan impian. Jika karat terlalu lama, pisau diasah pun tak kan berguna. 

_Halimi Zuhdy_

BCT Malang, 06/12/2016

Senin, 05 Desember 2016

Fatwa Cinta 13

Kebermaknaan pena dan kertas, bukan karena bertemunya keduanya, tetapi bagaimana pena mampu mengeluarkan tinta dan kertas mampu mengabadikannya. Dan bagaimana menuliskannya sehingga menjadi sejarah karya.
Demikian manusia, bukan bertemunya dua manusia dan menikah,tetapi bagaimana ia mengukir sejarah cinta dan rindu dalam kehidupannya.


Halimi Zuhdy
Malang, 05/12/2016

Fatwa Cinta 12


Yang paling setia mengawal zaman,  musim panas dan dingin. 
Demikian juga engkau, selalu berada dalam bahagia dan gembiraku.

Malang, 05/12/2016
Halimi Zuhdy

Fatwa Cinta 11


Semakin menjauh dari tubuhnya, semakin dekat dengan hatinya. Semakin rahasia keberadaannya, semakin nyata rinduku. Hakekat cinta, bukanlah untuk mempertemukan dua fisik, tapi bagaimana menyatunya hati. Ketika hati merindu, fisik hanyalah sebuah antara. 

Malang, 05/12/2016
Halimi Zuhdy


Fatwa Cinta 10


Nikmatnya kopi, bukan karena manisnya gula, bukan pula pahitnya biji kopi. Tapi, bagaimana memadukan dan menyeduh keduanya menjadi aroma arabica. Demikian, nikmatnya kehidupan bukan karena limpahan harta, segudang jabatan, pesona kecantikan, tapi bagaiamana mewarnai hidup untuk melukis surga.


Halimi Zuhdy
Malang,27/11/2016

Fatwa Cinta 9


Langkah kakimu tak kan pernah sempurna dan menjauh, jika selalu bersama. Ada saatnya, kaki kananmu mendahului, dan kaki kirimu melambat. Karena keindahan tidak harus selalu bersama, tapi bagaimana kita memahami ritme langkah kita masing masing menuju finis cinta.

Halimi Zuhdy
Malang,27/11/2016

Jumat, 25 November 2016

Fatwa Cinta 8




Tulang rusukmu yang sudah bersemayam dalam diriku, mencengkram seluruh otot tubuhku, menguatkan hidupku untuk selalu bersama bergerak, berirama, berotasi membingkai cinta. Darah, daging, kulit yang menyelimuti tulang kita, adalah keindahan. Kita harus selalu tersenyum ketika luka merobek tubuh kita, karena tulang kita tetap putih, seperti janji kita dulu, hanya rindu.

Halimi Zuhdy
24/11/2016

Rabu, 23 November 2016

Fatwa Cinta 7



Biarkan mendung itu datang, hujan kan berderai, cahaya pun bertandang. Tak akan pernah ada keajaiban, jika kau benci kegagalan.

Halimi Zuhdy
Malang, 23/11/2016

Fatwa 6


Jika rindu itu masjid, menara sebagai rasa, kiblatnya cinta. maka, kasih sayang adalah sujud keabadian.

Halimi Zuhdy
23/11/2016

Fatwa 5


Ketika marah, setiap huruf akan menjadi bara, seakan setiap huruf akan membakarmu, maka diamlah. Jangan pula menulis, setiap kata menjadi nista.


Malang, 23/11/2016

Fatwa Cinta 4


Cinta tak berwarna, jika karena hitam kau benci, hitamnya ka'bah paling dicari. Jika putih paling kau rindu, putihnya kafan sering kau pilu.
Halimi Zuhdy

Malang, 4/11/2016

Jumat, 04 November 2016

Fatwa Cinta 3


Semua tentangmu aku simpan di hati, barangkali kau kan membenciku, kan kutirai semua file hati untukmu, bahwa aku tak pernah membencimu. Kalau kau menemukannya, barangkali itu perasaan yang bernafsu, bukan kata hatiku.

Halimi Zuhdy, 4/11/2016

#FatwaCinta

Kamis, 03 November 2016

Fatwa Cinta

Fatwa Cinta 2

Fatwa yang paling aku rindukan, adalah Fatwa Cinta.
Jika aku salah merindukannya, biarkan aku dihukum seberat-beratnya, asalkan Ia tetap masih bisa kurindukan.
Jika aku mencintainya, biarkan cinta itu tersesat selalu padanya, asalkan masih ada rasa untuk mencintainya.

Betapa gunung selalu merindukan kerikil untuk menjulang tinggi, seperti aku yang selalu membutuhkan senyummu, untuk hidup seribu tahun lagi.

Aku selalu ingin kau merindukanku, walau itu hanya dalam hayalku, tapi keindahan itu tidak harus dirindukan, tapi merindukan. maka cukuplah aku, merindukanmu.

Malang, 03-11-2016
Halimi Zuhdy