السلام عليكم ورحمة الله وبركاتة
YA RABB BERILAH CINTAMU, WALAU SETETES BIARKANLAH : HATI, PIKIRAN, TUBUH KITA SELALU MENDEKAT PADA-NYA

Facebook Halimi Zuhdy

Jumat, 07 Juli 2017

Menulis Skripsi, Thesis, Desertasi itu Mudah

Halimi Zuhdy

Menulis skripsi bagi beberapa mahasiswa s1 atau mungkin mayoritas dari mereka masih terasa berat, karena bagi mereka, skripsi adalah pertama kalinya menulis karya ilmiah yang paling serius, dengan berbagai aturan yang ketat, dari; judul, latar belakang, rumusan masalah, metodelogi, kajian teori, cara pemaparan data, analisis, kesimpulan dan lainnya. Terkadang, untuk mendapatkan judulnya saja,  membutuhkan waktu berbulan-bulan, bahkan ada yang satu tahun baru dapat “judul”, itupun kadang ditolak.he. 


Sebenarnya, menulis skripsi sangatlah mudah, mencari judul bisa hanya butuh waktu satu menit, mengerjakan satu bulan, insyallah cukup, bulan berikutnya ujian dan nikah.he. Bagaimana caranya? 
  1.  Membiasakan menulis karya ilmiah dari semester satu, atau menulis tugas makalah dengan serius, tidak copy paste (plagiasi). Maka berbahagialah mahasiswa, yang dosennya sering menyuruh untuk menulis, karena tugas mahasiswa adalah membeca, “menulis” dan mempresentasikan, 
  2.  Banyak membaca buku, artikel, jurnal, majalah dan lainnya, terutama yang terkait dengan bidangnya. Insyaallah, dari sana, akan bertebaran judul skripsinya dengan mudah. 
  3.  Membiasakan diri membaca hasil penelitian, baik skripsi, thesis, desertasi, jurnal dan lainnya. Lahaplah. 
  4.  Kajilah dengan serius, dari salah satu mata kuliah yang paling disukai, dengan membaca beberapa metodelogi dan kajian theori. 
  5.  teruslah menulis, jika sudah diterima judulnya, jangan pernah berhenti, jika berhenti satu hari saja, serasa satu tahun, kadang sulit memulai lagi. 
  6. Anggaplah hanya “meng-skripsi-kan saja” bukan mencari thesis atau penemuan baru, karena skripsi pada hakekatnya, hanyalah menjawab “apa”. 
  7. Jangan mencari kesempurnaan, dan jangan terlalu ideal, yang sempurna itu adalah jika sudah diterima judul dan mengerjakannya.he. karena setiap mahasiswa akan dibimbing oleh dosen, biarkanlah dosen pembimbing yang lebih serius mengkoreksi, mencermati, dan mentashihnya.he.

Maka, tidaklah seharusnya bersusah-susah menulis skripsi, yang penting banyak membaca, memperhatikan, mengakaji dan menuliskan, dan yang paling penting mahasiswa mampu “menerapkan langkah-langkah pendekatan ilmiah untuk memperoleh pengetahuan dan melaporkannya secara tertulis”.  Maka cukup menjawa “apa”, sedangkan S-2 (thesis) membuat suatu sintesis baru atau penerapan pengetahuan yang sudah ada, dan melaporkannya secara tertulis, dan mampu menjawab “apa dan Mengapa”. Dan s-3 Disertasi, mahaiswa memahami perkembangan mutakhir pengetahuan ilmiah di bidang ilmunya  dan memberikan sumbangan pada perkembangan ilmu itu melalui penemuan baru yang orisinal, dan mampu menjawa “apa, mengapa dan bagaimana”


Ket Gambar; Tumpukan skripsi mahasiswa Bahasa dan Sastra Arab yang akan saya diskusikan (munaqosyahkan), pada tanggal 12-14 Juli 2017, sekitar 20 mahasiswa.