السلام عليكم ورحمة الله وبركاتة
YA RABB BERILAH CINTAMU, WALAU SETETES BIARKANLAH : HATI, PIKIRAN, TUBUH KITA SELALU MENDEKAT PADA-NYA

Facebook Halimi Zuhdy

Senin, 19 Juni 2017

Mahasiswa Marbot, Berhati Emas


Halimi Zuhdy


Memasuki hari ke sembilan Ramadhan, sudah beberapa masjid yang saya kunjungi, baik mengisi ceramah Ramadhan dan lainnya. Setiap berkunjung kebeberapa masjid tersebut, saya selalu sempatkan bertanya tentang Takmirnya (muammir) dan juga para Marbotnya (petugas masjid). Ternyata Marbot Masjid tersebut, kebanyakan para mahasiswa; ada yang baru semester awal ada pula yang sudah mau lulus. Saya coba sedikit mengorek perjalanan mereka, baik dari rumahnya, sampai bisa melanjutkan ke perguruan tinggi dan memilih Masjid sebagai tempat tinggalnya.
Rata-rata mereka berasal dari keluarga kurang mampu, ada pula dari keluarga yang berkecukupan.

Alasan Mahasiswa Marbot yang kurang mampu, memilih Masjid menjadi tempat berlabuhnya, karena; mereka tidak kuat untuk membayar kost, dapat membantu membersihkan Masjid, ketika belajar sambil berniat iktikaf, serta mereka bisa memanggil orang (adzan) untuk datang ke masjid, dan yang luar biasa, agar selalu bisa menjaga hati untuk lain jenis di kampus, bisa selalu berdekatan dengan Allah, karena menurut mereka masjid adalah tempat yang paling disenangi Allah. "Kalau sudah berada di masjid hati menjadi tenang ustadz", kata mereka.

Mereka tidak semata-mata mencari tempat untuk berteduh dan melepas lelah dari perkuliahan, tapi mereka menjadi Mahasiswa Marbot sebagai jejak perjalanan intelektual dan rohaninya agar seimbang, serta mampu belajar banyak dengan masyarakat sekitar.
Sehingga mereka merasa, spritualnya berjalan indah, ilmu di kampus barokah, dan bermasyarakat menjadi lebih cerah.
Sunggu Mahasiswa Marbot adalah keindahan yang luar biasa. Selain tubuhnya untuk Masjid, pikirannya sambil kuliah, hatinya untuk selalu dekat dengan Allah. Menjadi manusia yang totalitas dunia akhirat.
Ada beberapa mahasiwa Marbot yang saya temui; jam 2 pagi bangun, setelah tahajjud, bersih-bersih masjid dan kamar mandinya, sampai menjelang adzan Subuh, ketika Subuh tiba, ia adzan, Iqomah dan shalat, setelah itu ke pasar belanja untuk berjualan sore sampai malam harinya, jam tujuh ia berangkat kuliah sampai siang, sorenya berjualan sampai malam.Ketika berjualan sambil menghafal Al Qur'an.


Sungguh membuat hati iri, mereka bejuang untuk menghidupi dirinya, hatinya dan pikirannya, tapi Allah selalu berada dalam sanubarinya.
Rasulullah SAW bersabda: _Barangsiapa yang pagi dan sorenya selalu pergi ke masjid niscaya Allah akan menyediakan baginya surga sebagai tempat istirahat setiap pagi dan sore. (H.R. Ahmad dan Syaikhani)

Mudah-mudan, mereka para Mahasiswa Marbot diberikan kesuksesan dunia dan akheratnya.Demikian juga kita. Amin.
Malang, 5/6/2017. 9/Rmd/1438 H

Berangkat dari Masjid Baiturrahman BCT, Masjid Al Ghazaly Tlogo Mas, Masjid Miftahul Jannah, Masjid Jami Roudhatul Jannah Tasik Madu, sekarang di Nur Inka Kawi Malang.