السلام عليكم ورحمة الله وبركاتة
YA RABB BERILAH CINTAMU, WALAU SETETES BIARKANLAH : HATI, PIKIRAN, TUBUH KITA SELALU MENDEKAT PADA-NYA

Facebook Halimi Zuhdy

Senin, 29 Mei 2017

Memahami Perbedaan Makna Qolbun & Hati


Halimi Zuhdy
(Kajian Ramadhan 2)

Qolbu sering kali diartikan dalam bahasa Indonesia dengan "hati", demikian juga "Heart".
Terjemahan yang benar Qolbu adalah Jantung. Karena Qolbu dalam bahasa Arab adalah salah satu organ manusia yang berperan dalam sistem peredaran darah, terletak di rongga dada agak sebelah kiri fungsinya menyaring racun atau penyakit dari darah. dan ini artinya jantung bukan hati.Sedangkan "Hati" letaknya tidak di dada, tetapi di perut.

Hati dalam Bahasa Arab disebut dengan ‘kibdatun’ atau ‘kibdun’ atau 'kabid'. Dalam bahasa Inggris adalah Liver. Jantung dalam bahasa Inggris "Heart", My Heary artinya jantung hatiku, Qolbul Madinah; Jantung Kota, bukan hati kota. He

Mengapa ini menarik dikaji, karena banyak para muballingh yang menyampaikan beberapa hadis tentang Qolbu yang kemudian diartikan Hati, yang terkadang dikritik oleh orang Saint, karena memang secara fisik berbeda antara hati (liver) dan jantung (Qolbu), "masak hati di dada ustadz, hati kan di perut". Dan menariknya, bagaimana kemudian kita memahami beberapa hadis yang terkait dengan hati (jantung) ini.


1. “Sesungguhnya orang beriman itu, kalau berdosa, akan akan terbentuk bercak hitam di qalbunya”.(Ibnu Majah). Kalau ini artikan jantung, maka tidak mungkin jantung ada bercak hitamnya, maka yang benar adalah hati, karena di dalam hati akan ada bercak hitam, titik hitam, bekas hitam dan lainnya? Kalau diartikan hitam fisik maka ada kekeliruan, tapi kalau secara majazi/metaforik maka benar. Karena dalam hadis di atas lebih dekat kepada jiwa (qalbu ruhani), hati yang bermakna ruh, bukan secara jasadi.

Apakah ketika orang berbuat dosa, pencuri, koruptor, pendusta, penjahat akan ada titik hitam di hati atau di jantungnya? Nanti kita bisa diskusikan dengan ahli bedah, ahli liver dan jantung. He.

2. “Sesungguhnya di dalam jasad ada sebongkah daging; jika ia baik maka baiklah jasad seluruhnya, jika ia rusak maka rusaklah jasad seluruhnya; bongkahan daging itu adalah Qolbun" kalau kita lihat hadis ini, maka "hati" (qalbu) secara fisik, maka juga tidak bisa kita artikan "hati/liver", karena kerja hati tidak seperti jantung (qalbun) yang mampu memompa, mengidarkan, menghisap darah.

Maka apakah ketika agama berbicara tentang Qolbun atau Hati selalu merujuk pada fisik, sepertinya tidak. Karena makna Qolbun menurut Imam Al Ghazaly adalah merupakan bisikan lembut atau halus ketuhanan yang berhubungan langsung dengan hati yang berbentuk daging. (Qolbu)Hati inilah yang dapat memahami dan mengenal Allah serta segala hal yang tidak dapat dijangkau angan-angan. 


Sedangkan dalam Al Quran ada di dua tempat kata _Qalbun Salim_yang bermakna; selamat, sehat, bercahaya ini bagi orang yang beriman, dan juga selamat dari keayirikan.Menurut Imam Aljurjaniy "Qolbu adalah sifat lembutnya Ketuhanan yang terdapat dalam jiwa manusia". Bagaimana dengan kata "hati" yang selama ini digunakan dalam pemaknaan "Qolbu", apakah masih dibenarkan? Kalau secara fisik, maka hal tersebut keliru. Tetapi kalau Qalbun dipahami Hatinurani, maka bisa dibenarkan, karena Qolbun adalah pusat dari ruhaniyah, bisikan ketuhanan, sebagaimana Hatinurani. 
 
Rujukan; AlQuran, Hadis, Ihya'ulumiddin, FiksianaAksara, Mu'jam Al Wasit, Mu'jam Athibba'. 


Halimi Zuhdy
www.halimizuhdy.blogspot.com
Cp. 085729320568 #halimizuhdy #ramadhan #kajianramadhan #hati #qolbu #fatwacinta