السلام عليكم ورحمة الله وبركاتة
YA RABB BERILAH CINTAMU, WALAU SETETES BIARKANLAH : HATI, PIKIRAN, TUBUH KITA SELALU MENDEKAT PADA-NYA

Facebook Halimi Zuhdy

Senin, 29 Mei 2017

Asal dan Makna, MARHABAN (Marhaban Ya Ramadhan)


Halimi Zuhdy


Kata "Marhaban" sering kita dengar ketika bulan Ramadhan datang, kata ini banyak dikaji dan dibahas, dari asal sejarahnya dan bagaimana menggunakannya. Ada yang berpendapat, asalnya dari dua kata "maar" dan "hab", "mar" bermakna: tuan, tuhan, yang suci. Sedangkan "hab" para ulama berbeda pendapat, namun lebih dekat pemaknaannya pada: "pemberiaan dan hadiah". Dan kalimat tersebut berasal dari bahasa Aramiyah, ada pula yang berpendapat "hab" dari "hababa" yang ba' pertama dimasukkan menjadi hab atau hubb. 

Kata ini sering digandengkan "ilah" Tuhan. Seperti dalam kamus Lisan Arab, "Marhabakallah dan Marhaban bika Allah", dari asal "mar" yang berarti "Sayyid, Ilah, Alqadis"

Sekarang kita sering dengar ungkapan, "Marhaban bika, Ya Marhaban, Marhaban wa Ahlan" yang berarti, "Datanglah dengan kelapangan, keluasan" Kata yang bermakna "luas, lebar, lapang, leluasa," yang berakar "rahb". Urahibukan marhaban.


Yang mengatakan "marhaban wa sahlan", pertama kali; Saif bin Yazan, salah satu Raja Yaman.
Seperti Marhaban, Ahlan. "Hello" bahasa Inggris, ada yang berpendapat, kata ini berasal dari bahasa Arab "halla, ahlan" (akan saya kaji dikesempatan lain. He). Marhaban bika wa Ahlan bika Ya Ramadhan. Ungkapan yang cukup indah dan menggetarkan, yang datang bukanlah manusia, yang datang bukanlah presiden, yang datang bukanlah sesuatu yang biasa, ia adalah bulan yang paling mulia, bulan yang dipenuhi keberkahan dan kebaikan, bulan kemanusiaan, bulan karunia, ampunan dan segala keindahan, bulan diampuninya dosa- dosa, bulan pembebasan, diangkatnya derajat, pintu pintu surga dibuka, neraka ditutup, bulan yang paling istemewa; Al Quran dan puasa di dalamnya. Sungguh, betapa rugi bagi yang tidak memeluknya, menyeduhnya dan mencium segala detik dan keberkahan di dalamnya.

Sungguh, bulan ini, setiap detiknya dipenuhi dengan kebaikan, keberkahan dan ampunan. Di dalamnya terdapat malam seribu bulan, bagaimana kita bayangkan.

Tidakkah kita memperlakukannya dengan mulut basah dari dzikir, gerak tubuh dari shalat, berbicara dengan Allah melalui Al Quran, lambaian hati penuh rindu, ia benar benar datang untuk mencurahkan segala untuk kita, apakah kita abaikan dengan banyak bermain, nonton televisi, bergumul dengan HP, berbincang kosong, berekreasi tanpa henti, ngabuburit setiap hari (waktu itu istijabah, qabla ifthar). Selamat Datang Ramadhan, Sekarang Ia benar benar datang. 
 
Mari kita rengkuh dengan segala jiwa dan raga. 


Halimi Zuhdy
Malang, 2/Rmdn/1438 (28/5/2017)
www.halimizuhdy.blogspot.com

#fatwacinta #asalmarhaban #maknamarhaban #marhabanramadhan #halimizuhdy #kajianramadhan