السلام عليكم ورحمة الله وبركاتة
YA RABB BERILAH CINTAMU, WALAU SETETES BIARKANLAH : HATI, PIKIRAN, TUBUH KITA SELALU MENDEKAT PADA-NYA

Facebook Halimi Zuhdy

Jumat, 27 Oktober 2017

PAK POLISI..! MENGAPA AKU DITILANG?

Halimi Zuhdy


Ketika Takdir Allah sudah menggiring seseorang pada perilaku tertentu, maka tiada yang mampu menolaknya. Bagaimana tidak, ketika mentari baru beranjak dari peraduannya, Sepeda motor Revo saya melesat dengan kecepatan di atas rata-rata untuk mengejar setiap detik waktu yang begitu berharga, mengantar dua anak dari arah yang berbeda, Jl. Arumba Tunggul Wulung dan Jl. Bandung, dan mengejar waktu untuk bisa mengajar Ta’lim di Ma’had al-Jamiah.

Ketika berada di jalan Bandung, klik, Lampu yang menyala terang saya matikan, agar tidak melawan Mentari yang mulai tersenyum derang, hitung-hitung hemat energy.he. Tetapi, apalah manusia yang hanya bisa berbuat semampu diri, Helm ada, spione lengkap, eh ternyata ketika melintas di depan Brawjiaya, tiba-tiba Bapak Polisi dengan senyumnya yang khas, menghentikan laju dzikir setiap roda menuju Ta’lim, “Anda Tidak Menyalakan Lampu, Tolong ke Pinggir”.

Kamis, 14 September 2017

POLISI TIDUR, PETANDA APA YA?




Halimi Zuhdy

Akhir-akhir ini, diberbagai tempat, setiap jengkal jalan, yang saya lalui, selalu saya temukan “Polisi Tidur”, bahkan “ia” tidak lagi rendah, tapi sudah sangat menggangu perjalanan.

Kira-kira tanda apakah “polisi Tidur” itu, apakah hanya alat untuk memperlambat pengendara mobil atau motor, atau ada sesuatu di balik semakin maraknya pemasangan polisi tidur itu.

Setelah saya coba merenung, itu sangat terkait dengan prilaku dan akhlaq masyarakat pengendara dan masyarakat pemakai jalan tersebut. Kenapa harus ada polisi tidur? Karena sudah tidak lagi peduli dengan keselamatan orang lain, atau bahkan dirinya, atau kecepatan yang tidak terkontrol sehingga banyak orang mengalami kecelakaan. Kemudian diberiperingatan disepanjang jalan, dengan tulisan “harap pelan-pelan”, tetapi juga di _labrak_, ini menandakan bahwa bahasa tulisan sudah tidak dipedulikan, peringatan apapun sudah diabaikan, apakah tidak bisa membaca? Saya yakin, pasti bisa, namun sudah abai.

KEBANGGAAN ITU, SIRNA

(Apa yang paling patut dibanggakan, kalau semua harus selesai) 

Halimi Zuhdy
(Madzhab Rindu 31)

Apa yang dapat dibanggakan di dunia ini? Tidak ada satu pun yang dapat dikekalkan, semuanya akan sirna bersama waktu.

Kekuatan, akan melemah seiring urat-urat yang mengendur. .
Kecantikan, ia akan sirna, tak sedikit para ratu kecantika dan para pemoles diri yang bunuh diri, tak puas lagi, karena waktu tak muda lagi.

Keterkenalan, pada masanya kan selesai, ketika orang menyanjungnya ia gembira, setelah itu selesai bersama senjanya. .
Kecerdasan, tidak sedikit menjadi pikun. Berfikir pun tak kuasa, lupa pada hakekat dirinya.

Sabtu, 09 September 2017

DIMANAKAH KEDUDUKAN KITA, DI SISI ALLAH

Halimi Zuhdy

Kadang kita dirundung sedih, kadang bahagia datang berjuntai tanpa silih.

Allah, selalu ingin berada dekat dengan hambaNya tuk kasih, tapi banyak yang lari larena takut sedih.

Keberadaan kita dalam detik, sesungguhnya kita berada dalam maqamNya.

Kata Hakim, "Kalau kau ingin tahu kedudukanmu di sisi Allah, maka perhatikanlah dimana keberadaanmu"

Cinta selalu dalam posisi yang dicintai, walau jauh selalu ingin  menghampiri, apalagi dekat, ia sudah menjadi diri.

Al-Hakim berkata,  "Kedudukanmu, berada dimana keberadaanmu"

"Jika kau selalu disibukkan dengan dzikir, maka Allah ingin mengingatmu"

"Jika kau selalu disibukkan dgn al-Qur'an, Allah ingin mengajak berbicara padamu"

"Jika kau selalu disibukkan dgn ketaatan, ketahuilah, Allah dekat padamu"

"Jika kau disibukkan dari urusan dunia, Allah lagi menjauh darimu"

"Jika kau selalu menyibukkan diri dari manusia, sungguh Allah merendahkanmu"

"Jika kau disibukkan dengan doa, ketahuilah Allah akan memberimu".

Ketika Hasan Basri ditanya, _"Dimanakah keberadaan saya di hadapan Allah?",_  Al Basri menjawab, _"Sebagaimana keberadaan Allah dalam dirimu"_

posisi, kedudukan,  maqam, kondisi, situasi,  kapasitas, kelas, pangkat, status; tak sulit dicari, *bagaimana kita mencari dalam diri,  kebersamaanNya, agar kita bersamaNya.*

Ya Allah jika dzikir terlupa, ingatkanlah. Jika al-Qur'an tak terbaca, ajaklah tuk tilawah. Jika, dunia menjadi hamba, maka budakkanlah hamba untukMu.

Halimi Zuhdy
www.halimizuhdy.blogspot.com

#FatwaCinta bergabung yuk di*:https://www.instagram.com/p/BUCaeF3A3i9/

Jumat, 08 September 2017

DARAH ROHINGYA, TAK AMIS LAGI

Halimi Zuhdy

Tubuh-tubuh tak berdosa dibantai
Anak-anak dibuat tumbal
Para Wanita, besar kecil dilacurkan
Setiap jengkal tanah, dihanguskan
Manusia bak bangkai, dibiarkan, tuk anjing yang datang

Rumah-rumah dibakar
Muslim-muslim terpanggang,
tak sempat mengerang
Mulut-mulut dibungkam
Sang Jendral beri penunjuk, "bakarlah"
Tidak seperti perang, tapi pembantaian besar-besaran
Bukan hanya kaum ekstrimis Budha, tentara pun menyerang

2013, sudah dibantai, Rohingya menjerit, dunia diam
2016, dibantai, diusir, ada suara samar
Kini, tahun ini, 2017, masihkah diam
Doa dipanjatkan
Harta dihantarkan
Diplomasi disungguhkan
Pemerintah, kuasanya digunakan
PBB turunlah tangan, mereka yang pembantai, penjarakan

Amerika yang biasa teriak, kini juga bungkam
Seperti banci, jika muslim dibantai dan diserang

Sungguh,
Rakhine jadi neraka jahanam
Siang kelam, mataharipun tenggelam
Anjing menggonggong, melolong dalam
Syuhada' siap jadi makan malam
Sungguh, ini kebiadaban
Atas nama apapun, manusia yang dibantai

Kami teriak, mereka bersorak
Kami menangis, mereka tambah bengis
Kami berdoa, mereka semakin berontak

Muslim Rohingya "begal" kata mereka
"Pendatang" kata mereka
Apakah kita dengar "kata mereka"

Dunia ini milik Tuhan,
Kalau ada hak milik dan pengakuan
Tak apalah, tapi janganlah membantai, menghancurkan

350 jiwa syuhadak, pekan ini
Genosida kata Turki
20 ribu terusir, Rohingya, dari bumi

Sungguh, kebiadapan tak kan berhenti
Kalau dunia masih diam dan mati

*Dosen Fak. Humaniora UIN Maulana Malik Ibrahim Malang*

PP. Darun Nun Malang
www.darunnun.malang

https://www.instagram.com/p/BYjl6kcA91k/

MENCICIPI KEMATIAN


_(Dari tanah, hidup, dan kembali ke tanah)_

Halimi Zuhdy
(Madzhab Rindu 30)

Hari ini dikejutkan dengan wafatnya, KH. Lukman Hakim, Malang, berselang beberapa menit, tertera di grup UIN Forum, Ibunda ust. Firdaus, di Makkah, detik sebelumnya anaknya teman, sehari sebelumnya lagi, saudara. Mudah-mudahan beliau diberikan tempat yang indah di sisiNya, dan diampuni segala dosanya. 

Ternyata, di grup (Medsos), selalu ramai, kabar kematian, ulang tahun, dan ucapan kelahiran.

Jumat, 18 Agustus 2017

SUNYI MELAHIRKAN PUISI

Halimi Zuhdy


Puisi lahir dari imaji-imaji yang berkeliaran, juga lahir dari realitas-realitassekitar yang diwarnai dengan khayal. Kata-katanya; kadang kaku walau tidak beku, kadang cair meskipun tidak mencair. Iaselalu hadir dalam lintasan senjarah, menjadi juang walau tidak pernahberjuang,menjadi senjata walau tidakmampu mematikan, atau hanya menjaditeman dalam sepi bagi yang selalu merasakesepian. 
Ia selalu unik dalamkehadirannya.

Rabu, 09 Agustus 2017

SEMAKIN GAGAL, SEMAKIN SUKSES

 (Dekat sekali kesuksesan Itu)

Halimi Zuhdy 

Ketika sujud, "Allah Maha Tinggi" yang terungkap. Dan waktu itu, Allah sangat dekat.
Semakin rendah, ia semakin tinggi. Semakin menjatuhkan dirinya dihadapaNya, semakin ia diangkat olehNya. Seperti Nabi Muhammad, ketika dalam kesedihan yang mendera, Allah Isra'kan menuju kehadiratNya. Juga Nabi Musa, kalam-kalamNya turun di saat membutuhkan solusi jalan dakwahnya. Juga, Ketika Firaun berada dekat di belakangnya, samudera di depannya, tongkatnya pun membelah, dengan IzinNya.

Semakin masalah mendera, dan sudah akut, maka sabarlah, sebentar lagi, keindahan akan datang tersenyum. Takbir kemenangan dan kebahagiaan akan segara muncul dengan tetiba.

Ibnu Rajab dalam Rasail nya
"Jika kesedihan, kesulitan, kesusahan, semakin terasa berat. Maka, jalan keluar, kebahagiaan, keindahan akan segera tiba."

WANITA BERHIAS, MENGABDI PADA TUHAN

Halimi Zuhdy

"Wanita berhias janganlah untuk menarik perhatian laki-laki, tapi berhias karena ia dicipta senang keindahan" William Shakeapeare

Menarik sekali perkataan sastrawan masyhur dari Inggris di atas, "berhias" atau "mempercantik diri" itu tidak untuk dipertontonkan, tetapi ia adalah bagian dari kefitrahan diri. Seperti berperilaku bersih bukan untuk dipuji, tetapi sudah menjadi kewajiban setiap orang untuk membersihkan diri, pikiran, hati, tempat tinggal dan lainnya. Demikian juga berbuat baik, bukan juga untuk menuai pujian dan sanjungan, tapi sudah menjadi sebuah keharusan manusia berbuat baik kepada diri, sesama dan lingkungannya, yang pada akhirnya semuanya kembali kepada kefitrahan alam. 

Jumat, 07 Juli 2017

Menulis Skripsi, Thesis, Desertasi itu Mudah

Halimi Zuhdy

Menulis skripsi bagi beberapa mahasiswa s1 atau mungkin mayoritas dari mereka masih terasa berat, karena bagi mereka, skripsi adalah pertama kalinya menulis karya ilmiah yang paling serius, dengan berbagai aturan yang ketat, dari; judul, latar belakang, rumusan masalah, metodelogi, kajian teori, cara pemaparan data, analisis, kesimpulan dan lainnya. Terkadang, untuk mendapatkan judulnya saja,  membutuhkan waktu berbulan-bulan, bahkan ada yang satu tahun baru dapat “judul”, itupun kadang ditolak.he. 


Sebenarnya, menulis skripsi sangatlah mudah, mencari judul bisa hanya butuh waktu satu menit, mengerjakan satu bulan, insyallah cukup, bulan berikutnya ujian dan nikah.he. Bagaimana caranya? 
  1.  Membiasakan menulis karya ilmiah dari semester satu, atau menulis tugas makalah dengan serius, tidak copy paste (plagiasi). Maka berbahagialah mahasiswa, yang dosennya sering menyuruh untuk menulis, karena tugas mahasiswa adalah membeca, “menulis” dan mempresentasikan, 

Kamis, 06 Juli 2017

Menjadi Pemateri: Seminar Nasional


Seminar Nasional STFT WIDYA SASANA, dengan Tema Dosa dan Pengampunan: Pergulatan Manusia dengan Allah
Derai Dosa, Derasnya Ampunan Sang Penguasa Semesta: Membincang Dosa dan Pengampunan dalam Perspektif Islam.

oleh: Dr. H. Halimi Zuhdy, M.Pd. MA 

Islam berbeda dengan Agama Kristen Katolik & Protestan, dan Agama lainnya dalam cara pengampunan dosa Tuhan, dan bagaimana cara Manusia memohon ampunan kepada Tuhan.


Download Makalah Lengkap. di http://repository.uin-malang.ac.id/924/



Senin, 19 Juni 2017

Sungguh, Inilah Pelajaran itu, Terimakasih Yusuf.


Halimi Zuhdy

Kisah-kisah dalam Al Qur'an, bukan hanya membuat hati lena, damai dan tenang, tapi ia sebuah kisah menakjubkan dengan seribu mutiara pelajaran, sebagai bekal, bagaimana kita hidup untuk Tuhan dan masyarakat, bagaimana kita belajar, bahwa dunia penuh dengan fenomena yang tidak akan pernah selesai.

 1. Aku belajar darimu, bahwa mutiara selamanya akan menjadi mutiara, walau dibuang di tempat paling buruk pun, ia akan kembali berkilau indah. walau kau dipenjara, tapi dari singgasana raja, kau dipanggil untuk menghadapnya "inna naroka minal muhsinin, sesungguhnya saya melihat kamu termasuk orang-orang baik"

 2. Aku belajar darimu, sesungguhnya kebaikan dan kejelekan bukanlah pada sesuatu itu, tetapi "bagaimana kita menggunakannya", bajumu kadangkala digunakan untuk menipu, kadang sebagai pembebas dari tuduhan palsu, dan ia pula yang datang sebagai obat untuk Ya'qub Ayahmu. 

Ramadhan dan Isyarat Yusuf


Halimi Zuhdy 
 
Selalu iri dan dengki, pada sosok yang indah dan berbudi, karena ada cahaya mulia yang tersirat dalam mimpi.Nabi Yusuf sang Nabi, menjadi musuh bersama para saudara yang Iri. Nabi Yusuf, menjadi idola dan juga paling dibenci, bukan karena ia buruk hati, tetapi kemilaunya Tanpa henti. 
 
Saudaranya Yusuf tahu, bahwa ia baik, tapi karena mutiara yang tersimpan akan menjadi petaka bagi mereka, sehingga mereka menganggap penuh duri. Walau duri itu, adalah keindahan bagi yang paham arti diri. 
 
Ibnu Jauzi membuat isyarat cukup menarik, Yusuf dan saudaranya tentang Ramadhan. 
 
12 bulan dalam satu tahun, seperti anak anak Nabi Ya'qub. Dan bulan Ramadhan di antara bulan-bulan itu, seperti Nabi Yusuf AS di antara saudara-saudaranya, karena Yusuf AS anak yang paling dicintai Nabi Ya'qub. 
 
Demikian pula dengan Ramadhan, bulan yang paling dicintai Yang Maha Mengetahui Keghaiban. Saudara-saudara Yusuf menemuinya dengan pasrah, untuk menebus segala salah, dan menutupi segala dosa mereka padanya, setelah mereka menderanya. 

Buta, Penghafal Al-Quran



Halimi Zuhdy

@halimizuhdy3011

Sungguh mata yang saya gunakan sepertinya terlalu banyak melakukan dosa (mudah-mudah Allah mengampuni), banyak melihat kesia-siakan dalam kehidupan fana ini. Sungguh, tiada sekejap mata memandang pun, yang tidak ada pertanggung jawabannya, semua akan dicatat oleh Allah. Untuk apa mata ini gunakan?. Melihat anak-anak kecil yang buta tetapi penghafal Al Quran, sepertinya ada pesan kuat dari Allah, "Yang buta saja bisa menghafal Al-Quran, bagaimana dengan matamu yang begitu indah dan kuat memandang dunia, apakah tidak malu dengan mereka?". Beberapa yang saya tahu dari ribuan orang yang masih kecil dan buta, tapi sudah hafal Al Quran atau masih proses penyelesaian, seperti; Mu'ad Mesir, Mashithah Indonesia, Husain Muhammad Thohir Saudi, Jihad AlMaliki Riyad KSA, Abdullah Ammar dan lainnya. Mereka digerakkan oleh Allah untuk membawa Al Quran ke sekitar kita dengan pesan yang luar biasa.

Mahasiswa Marbot, Berhati Emas


Halimi Zuhdy


Memasuki hari ke sembilan Ramadhan, sudah beberapa masjid yang saya kunjungi, baik mengisi ceramah Ramadhan dan lainnya. Setiap berkunjung kebeberapa masjid tersebut, saya selalu sempatkan bertanya tentang Takmirnya (muammir) dan juga para Marbotnya (petugas masjid). Ternyata Marbot Masjid tersebut, kebanyakan para mahasiswa; ada yang baru semester awal ada pula yang sudah mau lulus. Saya coba sedikit mengorek perjalanan mereka, baik dari rumahnya, sampai bisa melanjutkan ke perguruan tinggi dan memilih Masjid sebagai tempat tinggalnya.
Rata-rata mereka berasal dari keluarga kurang mampu, ada pula dari keluarga yang berkecukupan.

Alasan Mahasiswa Marbot yang kurang mampu, memilih Masjid menjadi tempat berlabuhnya, karena; mereka tidak kuat untuk membayar kost, dapat membantu membersihkan Masjid, ketika belajar sambil berniat iktikaf, serta mereka bisa memanggil orang (adzan) untuk datang ke masjid, dan yang luar biasa, agar selalu bisa menjaga hati untuk lain jenis di kampus, bisa selalu berdekatan dengan Allah, karena menurut mereka masjid adalah tempat yang paling disenangi Allah. "Kalau sudah berada di masjid hati menjadi tenang ustadz", kata mereka.

RAHASIA KUTIBA DALAM AYAT PUASA



 Halimi Zuhdy
(Kajian Ramadhan 3)

Setiap ayat dalam al-Qur’an, selalu memberikan mutiara tiada henti; indah dilihat, enak dibaca dan membuat hati bahagia dalam mengkajinya. Ayat yang sering diulang-ulang ketika bulan Ramadhan adalah :
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ 
“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkanatas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kalian agar kamu bertakwa” (QS. Al Baqarah: 183)

Dalam Ilmu Balaghah dan Ilmu Nawwu, kalimat yang tidak disebutkan pelakunya (pasif) ada beberapa sebab di antaranya: karena sudah diketahui, untuk memuliakan, untuk menjaga dari hinaan, atau untuk menyamakan dengan sebelumnya, atau tidak penting untuk disebutkan, serta untuk menghinakan,  juga Menurut Imam as-Suyuti untuk meringkas. Kira-kira yang ada di dalam ayat di atas bermakna apa? Untuk menentukan, kita harus melihat konteks Ayatnya dulu, namun di sini, penulis tidak membuat makalah, hanya ringkasan saja, maka penulis mengambil beberapa contoh saja.

Menggunakan  pasit terkadang terkait dengan kesulitan, kemasyakkatan, kesusahan dan kewajiban, dan kata aktif_selalu digunakan untuk menampakkan kebaikan-kebaikan, atau pelaku yang terkait dengan kebaikan-kebaikan, Pasif Seperti zuyyina linnasi hubbusysyahawat, atau kejelekan yang tidak pantas untuk diriNya (utuu al-kitabah) berbeda dengan kebaikan (ataina hum al-kitaba). Demikian dalam kesulitan dan kewajiban menggunakan kutiba bukan _katabna_. Sedangkan dalam kebaikan-kebaikan selalu menggunakan aktif (menampakkan diri, pelaku) seperti dalam surat al-Maidah (21), al-Mujadalah (22), al-An’am (12), al-A’raf (156). Yang menggunakan _katabana_yang terkait dengan kesulitan, kemasyakkatan, atau kewajiban al-Maidah (45). Demikian pula dalam penggunakan kutiba ‘ala dengan kutiba li, yang pertama terkait dengan kemasyakkatan, kesulitan dan kewajiban, sedangkan _kutiba li_ terkait dengan kebaikan-kebaikan, seperti; illa kutiba lahum amalun shaleh (at-Taubah; 120), (an-Nisa’;127), (at-Taubah;121).

Senin, 29 Mei 2017

Memahami Perbedaan Makna Qolbun & Hati


Halimi Zuhdy
(Kajian Ramadhan 2)

Qolbu sering kali diartikan dalam bahasa Indonesia dengan "hati", demikian juga "Heart".
Terjemahan yang benar Qolbu adalah Jantung. Karena Qolbu dalam bahasa Arab adalah salah satu organ manusia yang berperan dalam sistem peredaran darah, terletak di rongga dada agak sebelah kiri fungsinya menyaring racun atau penyakit dari darah. dan ini artinya jantung bukan hati.Sedangkan "Hati" letaknya tidak di dada, tetapi di perut.

Hati dalam Bahasa Arab disebut dengan ‘kibdatun’ atau ‘kibdun’ atau 'kabid'. Dalam bahasa Inggris adalah Liver. Jantung dalam bahasa Inggris "Heart", My Heary artinya jantung hatiku, Qolbul Madinah; Jantung Kota, bukan hati kota. He

Mengapa ini menarik dikaji, karena banyak para muballingh yang menyampaikan beberapa hadis tentang Qolbu yang kemudian diartikan Hati, yang terkadang dikritik oleh orang Saint, karena memang secara fisik berbeda antara hati (liver) dan jantung (Qolbu), "masak hati di dada ustadz, hati kan di perut". Dan menariknya, bagaimana kemudian kita memahami beberapa hadis yang terkait dengan hati (jantung) ini.

Asal dan Makna, MARHABAN (Marhaban Ya Ramadhan)


Halimi Zuhdy


Kata "Marhaban" sering kita dengar ketika bulan Ramadhan datang, kata ini banyak dikaji dan dibahas, dari asal sejarahnya dan bagaimana menggunakannya. Ada yang berpendapat, asalnya dari dua kata "maar" dan "hab", "mar" bermakna: tuan, tuhan, yang suci. Sedangkan "hab" para ulama berbeda pendapat, namun lebih dekat pemaknaannya pada: "pemberiaan dan hadiah". Dan kalimat tersebut berasal dari bahasa Aramiyah, ada pula yang berpendapat "hab" dari "hababa" yang ba' pertama dimasukkan menjadi hab atau hubb. 

Kata ini sering digandengkan "ilah" Tuhan. Seperti dalam kamus Lisan Arab, "Marhabakallah dan Marhaban bika Allah", dari asal "mar" yang berarti "Sayyid, Ilah, Alqadis"

Sekarang kita sering dengar ungkapan, "Marhaban bika, Ya Marhaban, Marhaban wa Ahlan" yang berarti, "Datanglah dengan kelapangan, keluasan" Kata yang bermakna "luas, lebar, lapang, leluasa," yang berakar "rahb". Urahibukan marhaban.

Da'i, Bagaimana memantaskan?


Setelah usai pengukuhan KH. Ma'ruf Amin sebagai Guru Besar di UIN Malang, saya menemui KH. Kholil Nafis untuk sedikit berbincang dan mengabadikan dalam memori kamera dan mudah-mudahan menjadi _sababun minal asbab_ pertemanan di dunia menuju pertemanan di Sorga (mudah mudahan menjadi penghuni sorga Allah). Beliau salah seorang Pengurus PBNU dan Ketua Komisi Dakwa MUI Pusat. Selain berdakwah di beberapa tempat, juga sering tampak di beberapa layar televisi, dia juga seorang dosen dan penulis yang produktif. Bagi yang sering menonton Damai Indonesia di TV one, wajahnya pasti tidak asing.

Da'i, Bagaimana memantaskan?

Halimi Zuhdy

Da'i, bukan hanya menyampaikan kalimat-kalimat khutbah secara lisan kepada umat, tapi ia mampu juga menyalurkan pesan tubuhnya dengan jelas. _Lisanul hal khaorun/afshah/ablagh min lisan al maqal_ ( kata-kata tubuh, lebih baik dari pada ungkapan mulut).

Tugas seorang Da'i hanya tabligh (menyampaikan) tidak boleh memaksa orang untuk mengikutinya, tetapi tidak menyerah untuk selalu mengingatkan _Wama alaina illa al balagh al mubin_ (kewajiban kita hanyalah menyampaikan dengan jelas). Sekali lagi, bukan memaksa, karena hidayah dari Allah. Manusia hanyalah berusaha untuk menemukannya dan menggiringnya, tetapi pada akhirnya Allah yang memberikannya.

Menjadi Da'i tidaklah mudah, ia tidak hanya pintar retorika berbicara, tetapi setiap kalimatnya ada pertanggugjawabannya, perilakunya sesuai dengan kalamnya, agar tidak termasuk katagori, _kaburo maqtan i'ndallahi antaqulu mala tafalun_(sangatlah dibenci di sisi Allah, jika kamu mengatakan apa-apa yang tidak kamu kerjakan).

Sunggu tugas berat bagi Da'i, penceramah, ustad, khatib, ia harus selalu bisa mengukur diri, menfilter hati, memantaskan perilaku dalam menyampaikan kalimat-kalimatnya. Tidak cukup ayat dan hadis untuk disampaikan, tetapi butuh kesanggupan diri dalam memerankan. Agar tidak masuk pada katagori _kaburo maqtan_.

Semua orang bisa menjadi Da'i, mininal untuk keluarganya, karena ada hadis, "sampaikanlah dariku walau satu Ayat", hadis ini berat sekali dipikul apalagi dilakukan, karena tidak cukup hafal, ia butuh pemahaman yang baik, benar dan shaheh,..lanjut di komen

Beruntung Orang yang Mendali Agama, Ulama

Halimi Zuhdy


 Alhamdulillah, bisa bertemu beliau, Prof. Dr. K.H. Didin Hafidhuddin, M.Sc adalah Ketua Umum Badan Amil Zakat Nasional Republik Indonesia periode 2004 - 2015. selain kyai juga Akademisi, kalau menggunakan Ta'birnya UIN Malang, ulama yang intelek dan intelek yang ulama.

Seorang "ulama juga manusia", tapi kediriannya adalah kedirian yang ditempa dengan ilmu agama, yang selalu berkelindan dengan agama, beragama dan keber-agamaan. Mereka adalah orang yang sangat beruntung, karena dalam hadis HR. Bukhari, 71. Muslim, 1037.


من يرد الله به خيرا يفقهه في الدين
“Barangsiapa yang dikehendaki kebaikan oleh Allah, maka Allah akan memahamkannya dalam urusan agama.”

Guru Besar Itu adalah ?

Halimi Zuhdy

Menjadi Guru Besar (Profesor) sebuah kebanggaan, keindahan dan kebahagiaan bagi yang meraihnya dan bagi orang-orang yang berada disekelilingnya, bahkan sebuah kebanggaan bagi bangsa dan negaranya, juga bagi dunia.

Penghargaan yang langka, hanya bagi mereka yang mampu melewati tangga-tangga akademik yang luar biasa. Mereka, Guru Besar, tidak hanya menjadi guru tetapi menjadi panutan, _dan harus bisa menjadi panutan_, kata Besar bukanlah hal yang kecil, ia besar (mendalam) ilmunya, besar perannya (untuk umat), besar dan membesarkan yang belum besar untuk menuju pada hakekat Yang Maha Besar.

Guru Besar, bukanlah hanya sebutan, tapi ia amanah besar untuk membuktikan bahwa dirinya memang besar, besar dalam keilmuannya, mampu menebarkannya dan juga bagaimana ia memberikan pengaruh besar untuk merubah lingkungannya. Karena ia langka.

Maria / Maryam dalam pandangan Islam

Seminar Maria dalam pandangan Islam dan Katolik



Peserta Seminar berjibun, menikmati beberapa pandangan "Maria Menurut Pandangan Islam dan Katolik", pemateri Dr. Halimi Zuhdy, M.A dan RM Dr Handoko. pada Ahad, (21/5/2017) di Aula Bruderan Budi Nuloa Lawang, ingin mengakses/ Download makalah saya http://repository.uin-malang.ac.id/1911.

Saya menjelaskan tentang biografi lengkap Maria, hikmah dan keteladanan. Ia perempuan sebagaimana perempuan di muka bumi, tapi diberikan keistemewaan oleh Allah swt berupa kesucian diri, menjaga kehormatan dan hati, menjejek langit, mengitari hati yang tidak mendekat pada Ilahi. Ia di antara 4 perempuan terbaik Sepanjang sejarah manusia. Silahkan simak makalah saya di
Zuhdy, Halimi (2017)

*Perempuan suci, pengabdi, menjejak langit Ilahi: membincang biografi, hikmah dan keteladanan Maryam binti Imran*_. Presented at Seminar Maria Menurut Pandangan Katolik dan Islam, Ahad, 21 Mei 2017, Aula Bruderan Budi Mulia Lawang Malang. http://repository.uin-malang.ac.id/1911 *Maria Menurut Pandangan Islam dan Katolik*
#halimizuhdy #Maria #Mariyam #Maryam #Islam






Seminar Maria dalam dua Agama (Islam dan Katolik)

Setelah saya presentasi tentang Maryam dalam perspektif Islam, ada beberapa pertanyaan yang tidak saya bayangkan sebelumnya, namun cukup menarik dipaparkan, ada 8 pertanyaan yang ditujukan kepada saya tentang Maryam: 1) saya sering mendengarkan dari para ustadz, bahwa kata maliki dan ilahi dalam surat Annas ditujukan atau dikhususkan kepada Maryam? 2. Apakah dalam Islam juga ada devosi untuk Maryam (pertanyaan oleh RM Petrus Maria Handoko), 3. Kenapa Isa menggunakan AS sedengakan Muhammad SAW. 4) Al Quran diturunkan di Gua Hira', mengapa ia bisa membahas Maryam dan Isa. 5) apakah Maryam tidak dirajam dalan keyakinan Islam. 6) Dimana kedudukan Maryam dalam Islam, apakah sama seperti yang dilakukan oleh Katolik. 7). Bagaimana muslim melihat Isa?.
Saya sudah paparkan seluruh pertanyaan tersebut dalam forum seminar, mudah mudahan ada waktu untuk menuliskan jawaban tersebut.
Katolik berbeda memperlakukan Maria, sebagaimana Islam Memperlakukannya. Sebagaimana Nabu Isa dan Nabi Muhammad, juga berbeda.
#Maria #Maryam #SeminarIslam&katolik #halimizuhdy

Senin, 08 Mei 2017

Belajar Bahasa Arab Ammiyah, untuk TKI, Travel and Tour


#Belajar Bahasa Arab Tuk TKI di Arab yuk
# Percakapan Sehari hari di Arab
# Travel and tour di Arab

Karena minimnya  pembelajaran Bahasa Arab Ammiyah serta minimnya referensi untuk TKI, maka mahasiswa BSA Humaniora UIN Malang, yang mengambil konsentrasi Siyahah/pariwisata, membuat beberapa media di antaranya percakapan yang disebar lewat youtube dll. Dan diakhir percakapan ada beberapa kosa kata baru yang biasa digunakan di Arab, terutama bagi TKW, jamaah haji, umrah dan bahasa keseharian (Ammiyah). Vedio ini diperuntukkan bagi yang berkepentingan untuk melakukan perjalanan, percakapan sehari hari dengan Amniyah.  Tapi bagi pembelajar bahasa Arab umumnya hendaknya lebih menghukhususkan pada bahasa Arab fushah. Di Konsentrasi Pariwisata BSA yang kami ajarkan adalah _Bhs Arab lil A'mal, Al Arabiyah lil siyahah, Al arabiyah lil Hajj, dan Asshifah Arabiyah.
Akhukum Halimi Zuhdy
 


3.Kosa Kata hajj wa Umroh :https://youtu.be/jqM1FVhgQnc


5. Penukaran uang :https://youtu.be/-xa1puxeDe4



8.di Bandara dan Hotel :https://youtu.be/dxcr13Jx80s

9. Taarum/perkenalan :https://youtu.be/qKvnAZwUPIk


*Rehat sejenak tuk _nyanyian Arab Ammiyah TKW Dan Hindi_ https://youtu.be/Am9eYWzrdUk
Mudah-mudahan bermanfaat, mohon saran dan kritiknya. 

Halimi Zuhdy
Mentor pembelajaran Bahasa  Arab _lil aghrod khasshoh_ (trevel and tour, jurnalistik, pekerja, muthawwif, dll)
Cp. 085729320568

Jumat, 05 Mei 2017

Fatwa Cinta 71. (Inikah Cinta itu? Bergelombanglah!)



Halimi Zuhdy



Cinta itu selalu menciptakan ketidakrasionalan, ia selalu ada walau tak nyata, seperti angin berdesir mensemilirkan tubuh, seperti gigil walau tak ada salju, kadang tampak kabut berselimut walau tak bisa terekam diri. Cinta tak berwujud, tapi benar-benar wujud. Terasa sentuhannya, walau taka da tangan yang bersentuh di tubuh. 
  
Apakah ini cinta, mata mengalirkan darah rindu, tubuh yang tak kuasa melihat sang kekasih tak kunjung tiba. Suatu hari, Tsauban bin Bujdad menemui Rasulullah saw sang mahbub dengan wajah yang tampak muram, tak seperti biasa, sedih menyelimutinya, rona yang terserit begitu resah. 

Rabu, 03 Mei 2017

Selamat HARDIKNAS 2017: Mengajar dengan Cinta


Halimi Zuhdy


Cinta itu seperti udara, tak bisa bernafas tanpanya. Demikian pula pendidikan, manusia seperti bangkai yang bergerak, jika tak ada nafas ilmu di dalamnya

Anak yang hebat dan cerdas, tapi tidak bernafas ilmu yang baik, akan menjadi pencuri hebat yang suka berbelit.

Anak lemah badannya, namun ada ruh ilmu di dalamnya, ia akan bangkit melipat seribu bumi mengawal cinta sempurna. Berwawasan global, walau badannya lemah tak berdaya.