السلام عليكم ورحمة الله وبركاتة
YA RABB BERILAH CINTAMU, WALAU SETETES BIARKANLAH : HATI, PIKIRAN, TUBUH KITA SELALU MENDEKAT PADA-NYA

Facebook Halimi Zuhdy

Sabtu, 13 Januari 2018

Pohon Nabi Muhammad (9)

Betapa cemburu hati ini, yang selalu bersamanya selalu indah. Yang kerap mengiringinya, menjadi sejarah. Yang  sering mencurah hidupnya, menjadi berkah. Yang selalu merindunya, menjadi dakwah. Yang menyebut namanya, menjadi pahala indah. Yang menaunginya, menjadi kisah. Yang semua tentangnya, kisah tak berbatas cerita, tapi bukti cinta. Seperti kisah Mihrab yang menangis, karena tak lagi digunakan Nabi. Seperti Riwayat Jabir RA dalam hadits Buhari, "Nabi SAW bersandar pada sebatang pohon kurma ketika melakukan khotbah Jumat, kaum Ansar dengan hormat menawarkan pada Nabi SAW, kami dapat membuat sebuah mimbar untukmu, jika engkau menyetujuinya".

Senin, 01 Januari 2018

Sastra dan Perlawanan


Halimi Zuhdy 

Beberapa hari yang lalu (17/12/2017) saya berkunjung ke rumah Prof. Dr. Muhammad Majid Al-Dakhil di Al Hasn, Guru Besar Sastra Arab di Universitas Al Balqa' Yordania. Mengenal beliau 4 tahun yang lalu di grup Muhibbul Lughah Arabiyah wa Adabiha  . Konsentasi penelitian beliau tentang "Muqowamah Falestinia" dan pergumulan sastra perlawanan di Timur Tengah. Saya lagi meneliti tentang "Tajalliyat Shira' fi Adab arabi al maashir wa al-harb al-araby",. yaitu tentang pergerakan, peperangan, perlawanan, kekacauan Timur Tengah  dan sastra Arab Modern.
Pertemuan yang indah, setelah berkeliling di kebun Zaitun miliknya, ia memaparkan pemikirannya tentang perlawanan, kekacaun dan pergerakan di Syam (Palestina, Yordania, Suria dll) yang dikaitkan dengan teks sastra yang muncul. 

Sastra selalu menjadi perlawanan yang luar biasa untuk melawan tirani kekuasaan, teks bergerak dengan cepat, menghempas dan bahkan menjungkalkan penguasa dengan deretan bait-bait puisi revolusi, walau tidak ada bom untuk meledakkan kawasan tertentu, tapi ada sastra yang mampu menggerakkan manusia untuk mengacaukan kemapanan atau sebaliknya. 

Sabtu, 30 Desember 2017

LEMBAH MUSA (8)(Semakin Melembah hati, semakin meninggi jiwa)


Halimi Zuhdy 
IG @halimizuhdy3011

Nabi Musa AS menjadi nama paling banyak disebut dalam al-Qur'an,  136 kali. Kalimullah sebutannya, karena pernah berbicara dengan Allah. Ia simbol kekuatan melawan penindasan, kesewang-wenangan, dan kedhaliman. Fir'aun sosok antagonis dalam banyak cerita, ia sumber kesombongan dan kejahatan. .
.
Setiap ada Fir'aun disitulah ada Musa, di mana ada Namrud, Ibrahim mengemuka. Setiap kejahatan, selalu ada pahlawan. Dan setiap ada kebaikan di sana ada iri, dengki dan musuh yang siap mengobar peperangan. _Likulli Nikmatin Mahsudun_, setiap kenikmatan selalu diiri. Maka, tiadalah takut untuk berbuat baik dan kemudian dibenci, karena di sana keburukan siap mengiringi, tapi jika tidak siap, maka akan menjadi rajam pada diri, dan kan terperosok pada kesedihan hati. .

SURAT SANG NABI (7)(Kalimat yang mengilat)



IG @Halimi Zuhdy3011

Bardakwah tidak harus menguras darah, memoncong senapan, berteriak membakar kobar. Berdakwah seperti pahatan-pahatan batu, yang diukir lembut, ada yang menjadi kapaknya, menjadi tangannya, mengkhyal seninya, dan ada pula yang menjadi angin tuk mengkhabarnya "Pahatanku, ukiran terbaik dunia, lihatlah". 

Berdakwa, tidak harus sama; ada yang bisa orasi, bisa mencipta puisi, berprilaku akhalqi, menulis kata seksi,  bedialog penuh semangat diri, debat tuk mengurai arti, sampai pedang siap menulis darah sebuah harga mati. 

Surat Nabi Muhammad kepada Heraclius, Raja Romawi, adalah bukti, betapa hebatnya kaliamat-kalimat Nabi, seperti menusuk lembut hati sang Raja, membuat anyaman-anyaman rasa, terperangah dan sulit tuk berdusta. Kalimat, walau hanya kata, ia mampu memberi makna sejuta, surat yang hinggap di tangan Raja, menggetarkan seisi istana, bahkan mampu menggetarkan jagat kekuasaanya.

Selasa, 19 Desember 2017

LAUT MATI, MENGUKIR KENANGAN DI GARAM RINDU (6)


Halimi Zuhdy
IG @halimizuhdy3011
" Mati itu pasti, hidup itu pilihan, kedewasaan itu keniscayaan, mencintaiNya tujuan keabadian" Laut Mati, 2017
Laut mati, bukanlah matinya pesona. Ia indah, bersisik putih, seperti ikan-ikan lagi tersenyum. Lautnya berwarna biru, hijau,bening, seperti cat dengan adukan seksi. Dasarnya mutiara garam,  dengan pasir-pasir halus, di bawahnya lumpur lembut seperti sampo sang Cleopatra. Asinnya, seperti memijat setiap ruang-ruang kulit, perihnya rindu tak berkesudahan.
Laut mati, kisah panjang dari sebuah peradaban, menyimpan sisi mengerikan, kaum Luth yang membangkang perintah Tuhan. Remuk redam, bumi yang dijungkal balikkan. Kisah kelam itu, mengingatkan pada LBGT, tidak wajar dalam ajaran Tuhan, keluar dari fitrah kemanusiaan. Seperti laut mati, yang tidak berombak, tak ada ikan, dan tak ada kehidupan, demikianlah bagi orang yang tidak beriman, walau ia hidup, seperti wayang berjalan.

Minggu, 17 Desember 2017

PETRA; KEAJAIBAN RASA (5)(Megah Penuh Misterius)


Halimi Zuhdy
IG @halimizuhdy3011

Masuk 7 keajaiban dunia, semua mata terpaku, menyaksikan pahatan-pahatan batu, di punggung gunung yang beku. 

312 SM, kerajaan Nabatean menciptakan laku sejarah ini, entah bagaimana ukiran dicipta, rasa diolah, tangan menari dengan kyalan tinggi. Seperti Piramida dan Tajmahal, ia menyejarah. Jika piramida dibangun untuk tuhannya, ada kekuatan penyucian pada keghaibannya. Jika Tajmahal dicipta atas sebuah cinta pada kekasihnya, rindulah yang mengukirnya. Jika Petra dibangun atas  dewa-dewa dan keramat ruh raja-rajanya, ada keyakinan yang merasuknya. Jika Ka'bah dibangun atas perintah TuhanNya, maka ada rindu dan cinta, yang tidak hanya bangunan yang terpahat, tapi hati penuh harapan akan surgaNya, kebahagian yang merayunya.

Kekuatan apapun yang dibangun di Petra, dengan arsitektur terbaik dunia, dengan penguasa yang paling dihormat, berhala-berhala yang menjaga penuh setia, kaum yang penuh kebanggaan. Tapi Sang Maha Kuasa berkehendak, ia pun  kelam. 106 Masehi masa terbenamnya Kaum Nabatean, Romawi mensunami Petra, jalur perdagangannya melemah, mereka bangkrut, surut dan tenggelam. Sekitar tahun 700 M, sistem hidraulik dan beberapa gedung utamanya hancur menjadi puing. Petra tak lagi mementari, ia lanyap dalam sejarah dunia,  hanya menjadi dongeng dan mitos belaka.
Baru bersinar lagi, halayak terhenyak, ketika diungkap oleh Johann Bruckardt pada 1812, ada sebuah bangunan indah, "kota bunga" menyebutnya, bebatuan warna-warni, terpahat indah, dipeluk gunung, irigasi tertata rapi, seperti sengaja dibuat kerajaan raya. 

Sabtu, 16 Desember 2017

ASHABUL KAHFI (Membening Diri, di Gulita Gua) (4)

Halimi Zuhdy
IG @halimizuhdy3011

"Pelarian hakiki, hanyalah Allah. Bersembunyi bukan karena takut, hanya untuk berdamai dengan nafsu, memurnikan hati, tuk melihat cinta abadi"

Pemuda perkasa, dengan sejuta cita, ketampanan yang mempesona,  kekayaan yang mengkilap dirinya, gemerlap pesta membahana, semuanya ditinggalkannya. 

Megah dunia yang mengitarinya, jabatan yang di proklamirkannya, tak lagi mampu merayunya.
Di sekelilingi biduan dunia, pesta angkara, kesyirikan yang dilestarikan,
Kemaksitan yang ditontonkan, Penguasa dituhankan. Disaat itulah, para pemuda itu lari,  bukan karena takut dan tidak mau merubah angkara. Tapi tuk membeningkan diri, walau ruang gelap gulita, tak ada cahaya duniawi, tapi mereka yakin, di sinalah ada cahaya ilahi.

" Dan apabila kamu meninggalkan mereka dan apa yang mereka sembah selain Allah, maka carilah tempat berlindung ke dalam gua itu, niscaya Tuhanmu akan melimpahkan sebagian rahmat-Nya kepadamu dan menyediakan sesuatu yang berguna bagimu dalam urusanmu".(Akahfi,16).

Mengasingkan diri, bukan takut dikebiri, bukan pula tidak menghargai, tapi demi harga diri dihadapan Ilahi, bukan hanya pemuas nafsu manusiawi. Mereka yakin, Allahlah yang akan mengangkat derajad mereka. Dan dibahagiakan olehNya.

Jumat, 15 Desember 2017

Laut Mati, Saksi Tenggelamnya Kaum Sodom (3)

Halimi Zuhdy
IG @halimizuhdy3011
 













(1)
Fajar memerah darah
Bebatuan berpendar
menggelinding, terbang,
menghancurkan setiap nyawa
Tubuh-tubuh terpelanting
tenggelam di dasar jurang kebiadaban

Bumi digoncang
Seperti langit di bumi bumi di langit membuncah teriakan
Kilat petir ikut perjamuan
Fajar memerah darah
"Luth, janganlah ada yang tersisa" Firman Tuhan

Matahari tak lagi menyapa
Kaum Sodomi mengerang
kerak bumi menelan
Batu-batu berpoles bara
Ikut pesta neraka
" Kami hujani mereka dengan batu dari tanah yang terbakar dengan bertubi-tubi " (Ayat) 

Di sini, gempa dahsyat
jadi saksi
Rumah-rumah
tenggelam dalam
menyusuri retak bumi
Menyusup regang nafas
Fajar bara
Di laut ini,
jadi saksi 

Kaum sodomi lebur
Akhir, Jadi budak nafsu
kekasih jenis diri

BERWISATA DI YORDANIA (Perjalanan Enjoy, Asyik, mudah dan menyenangkan)


Halimi Zuhdy
IG @halimizuhdy3011

Yordania menjadi destinasi wisata yang banyak dikunjungi oleh negara-negara luar, juga dari negara Indonesia, ada beberapa destinasi wisata yang sering dikunjungi oleh parawisatawan, seperti; Petra (Batra'), Laut Mati (al-Bahr al-Mayyit),  Lembah Rum (Wadi Rum), Teluk Aqabah, Kerajaan Jaras, Benteng Aljoun, Gua Kahfi,  Kuburan para sahabat  Nabi, Masjid Malik Husain (terbesar di Yodania), Hercules Temple, Masjid Umayyad, Benteng Al Karak, Masjid Kuno (yang dibangun oleh Umar setelah mengalahkan Romawi Timur), Masjid Kuno Husain, Musium Angkot Raja (Mathaf Sayyarat Malik), Lembah Syuaib, gunung Amman, Kuburan Nabi; Syuaib dan Yusya' bin Nun, dan masih banyak yang lainnya. 

Selasa, 12 Desember 2017

BENTENG AJLOUN (2)(Benteng Pertahanan dari Salibis)

Halimi Zuhdy
IG @halimizuhdy3011

"Menahan, bukan karena takut, hanya tuk membeku diri, menyari nyali, menentukan strategi, siapa tahu musuh lari, tanpa darah dan luka diri" Ajloun 2017

Benteng Ajloun ini dikenal pula dengan benteng Shalahuddin Ayyubi dan Benteng Ribdhi. Berada di atas puncak bukit Bani Auf propinsi Ajloun Yordania, ia bertabur pohon zaitun, langitnya yang membiru bersisikkan putih, anginnya sepoi, membuat kisah perang yang dhasyat, menjadi taman surga bermutiara hijau dedaunan yang langka di padang sahara.

Benteng ini dibangun Tentara Salahuddin yang dipimpin oleh Izzuddin Usamah (1184 M/580 H) sebagai pusat pantau Wilayah dari gerak gerik tentara Salib,  penjagaan dan  pengawasan transportasi, dan pantauan lalu lalang pedagang Damsyik dan Siria Utara, dan juga sebagai pengirim sinyal armada laut, karena tingginya tempat ini.(Baladiyah Ajloun, 17)

Roman Theater (1)

Halimi Zuhdy
IG @halimizuhdy3011

Sejarah akan selalu menjadi kenangan dan refleksi, bahwa tidak ada sesuatu yang abadi di dunia, sebesar apapun kekuasaan itu, ia akan tenggelam oleh masa, kuasa lain, dan generasi berikutnya, tetapi asar/jejak itulah yang menjadi pelajaran bagi manusia yang hidup setelahnya. Apakah ia menyisakan api, batu, debu atau hanya angin sepoi. 

Madraj Rumani berupa Roman Theater, terletak di bagian timur kota Amman Yordania, di lereng Gunung Jaufah, yang berhadapan dengan bukit Qal'ah. Theater ini dibuat untuk penghormatan terhadap Kaisar Matrianus yang berkunjung ke Amman pada tahun 130 M.

Jumat, 27 Oktober 2017

PAK POLISI..! MENGAPA AKU DITILANG?

Halimi Zuhdy


Ketika Takdir Allah sudah menggiring seseorang pada perilaku tertentu, maka tiada yang mampu menolaknya. Bagaimana tidak, ketika mentari baru beranjak dari peraduannya, Sepeda motor Revo saya melesat dengan kecepatan di atas rata-rata untuk mengejar setiap detik waktu yang begitu berharga, mengantar dua anak dari arah yang berbeda, Jl. Arumba Tunggul Wulung dan Jl. Bandung, dan mengejar waktu untuk bisa mengajar Ta’lim di Ma’had al-Jamiah.

Ketika berada di jalan Bandung, klik, Lampu yang menyala terang saya matikan, agar tidak melawan Mentari yang mulai tersenyum derang, hitung-hitung hemat energy.he. Tetapi, apalah manusia yang hanya bisa berbuat semampu diri, Helm ada, spione lengkap, eh ternyata ketika melintas di depan Brawjiaya, tiba-tiba Bapak Polisi dengan senyumnya yang khas, menghentikan laju dzikir setiap roda menuju Ta’lim, “Anda Tidak Menyalakan Lampu, Tolong ke Pinggir”.

Kamis, 14 September 2017

POLISI TIDUR, PETANDA APA YA?




Halimi Zuhdy

Akhir-akhir ini, diberbagai tempat, setiap jengkal jalan, yang saya lalui, selalu saya temukan “Polisi Tidur”, bahkan “ia” tidak lagi rendah, tapi sudah sangat menggangu perjalanan.

Kira-kira tanda apakah “polisi Tidur” itu, apakah hanya alat untuk memperlambat pengendara mobil atau motor, atau ada sesuatu di balik semakin maraknya pemasangan polisi tidur itu.

Setelah saya coba merenung, itu sangat terkait dengan prilaku dan akhlaq masyarakat pengendara dan masyarakat pemakai jalan tersebut. Kenapa harus ada polisi tidur? Karena sudah tidak lagi peduli dengan keselamatan orang lain, atau bahkan dirinya, atau kecepatan yang tidak terkontrol sehingga banyak orang mengalami kecelakaan. Kemudian diberiperingatan disepanjang jalan, dengan tulisan “harap pelan-pelan”, tetapi juga di _labrak_, ini menandakan bahwa bahasa tulisan sudah tidak dipedulikan, peringatan apapun sudah diabaikan, apakah tidak bisa membaca? Saya yakin, pasti bisa, namun sudah abai.

KEBANGGAAN ITU, SIRNA

(Apa yang paling patut dibanggakan, kalau semua harus selesai) 

Halimi Zuhdy
(Madzhab Rindu 31)

Apa yang dapat dibanggakan di dunia ini? Tidak ada satu pun yang dapat dikekalkan, semuanya akan sirna bersama waktu.

Kekuatan, akan melemah seiring urat-urat yang mengendur. .
Kecantikan, ia akan sirna, tak sedikit para ratu kecantika dan para pemoles diri yang bunuh diri, tak puas lagi, karena waktu tak muda lagi.

Keterkenalan, pada masanya kan selesai, ketika orang menyanjungnya ia gembira, setelah itu selesai bersama senjanya. .
Kecerdasan, tidak sedikit menjadi pikun. Berfikir pun tak kuasa, lupa pada hakekat dirinya.

Sabtu, 09 September 2017

DIMANAKAH KEDUDUKAN KITA, DI SISI ALLAH

Halimi Zuhdy

Kadang kita dirundung sedih, kadang bahagia datang berjuntai tanpa silih.

Allah, selalu ingin berada dekat dengan hambaNya tuk kasih, tapi banyak yang lari larena takut sedih.

Keberadaan kita dalam detik, sesungguhnya kita berada dalam maqamNya.

Kata Hakim, "Kalau kau ingin tahu kedudukanmu di sisi Allah, maka perhatikanlah dimana keberadaanmu"

Cinta selalu dalam posisi yang dicintai, walau jauh selalu ingin  menghampiri, apalagi dekat, ia sudah menjadi diri.

Al-Hakim berkata,  "Kedudukanmu, berada dimana keberadaanmu"

"Jika kau selalu disibukkan dengan dzikir, maka Allah ingin mengingatmu"

"Jika kau selalu disibukkan dgn al-Qur'an, Allah ingin mengajak berbicara padamu"

"Jika kau selalu disibukkan dgn ketaatan, ketahuilah, Allah dekat padamu"

"Jika kau disibukkan dari urusan dunia, Allah lagi menjauh darimu"

"Jika kau selalu menyibukkan diri dari manusia, sungguh Allah merendahkanmu"

"Jika kau disibukkan dengan doa, ketahuilah Allah akan memberimu".

Ketika Hasan Basri ditanya, _"Dimanakah keberadaan saya di hadapan Allah?",_  Al Basri menjawab, _"Sebagaimana keberadaan Allah dalam dirimu"_

posisi, kedudukan,  maqam, kondisi, situasi,  kapasitas, kelas, pangkat, status; tak sulit dicari, *bagaimana kita mencari dalam diri,  kebersamaanNya, agar kita bersamaNya.*

Ya Allah jika dzikir terlupa, ingatkanlah. Jika al-Qur'an tak terbaca, ajaklah tuk tilawah. Jika, dunia menjadi hamba, maka budakkanlah hamba untukMu.

Halimi Zuhdy
www.halimizuhdy.blogspot.com

#FatwaCinta bergabung yuk di*:https://www.instagram.com/p/BUCaeF3A3i9/

Jumat, 08 September 2017

DARAH ROHINGYA, TAK AMIS LAGI

Halimi Zuhdy

Tubuh-tubuh tak berdosa dibantai
Anak-anak dibuat tumbal
Para Wanita, besar kecil dilacurkan
Setiap jengkal tanah, dihanguskan
Manusia bak bangkai, dibiarkan, tuk anjing yang datang

Rumah-rumah dibakar
Muslim-muslim terpanggang,
tak sempat mengerang
Mulut-mulut dibungkam
Sang Jendral beri penunjuk, "bakarlah"
Tidak seperti perang, tapi pembantaian besar-besaran
Bukan hanya kaum ekstrimis Budha, tentara pun menyerang

2013, sudah dibantai, Rohingya menjerit, dunia diam
2016, dibantai, diusir, ada suara samar
Kini, tahun ini, 2017, masihkah diam
Doa dipanjatkan
Harta dihantarkan
Diplomasi disungguhkan
Pemerintah, kuasanya digunakan
PBB turunlah tangan, mereka yang pembantai, penjarakan

Amerika yang biasa teriak, kini juga bungkam
Seperti banci, jika muslim dibantai dan diserang

Sungguh,
Rakhine jadi neraka jahanam
Siang kelam, mataharipun tenggelam
Anjing menggonggong, melolong dalam
Syuhada' siap jadi makan malam
Sungguh, ini kebiadaban
Atas nama apapun, manusia yang dibantai

Kami teriak, mereka bersorak
Kami menangis, mereka tambah bengis
Kami berdoa, mereka semakin berontak

Muslim Rohingya "begal" kata mereka
"Pendatang" kata mereka
Apakah kita dengar "kata mereka"

Dunia ini milik Tuhan,
Kalau ada hak milik dan pengakuan
Tak apalah, tapi janganlah membantai, menghancurkan

350 jiwa syuhadak, pekan ini
Genosida kata Turki
20 ribu terusir, Rohingya, dari bumi

Sungguh, kebiadapan tak kan berhenti
Kalau dunia masih diam dan mati

*Dosen Fak. Humaniora UIN Maulana Malik Ibrahim Malang*

PP. Darun Nun Malang
www.darunnun.malang

https://www.instagram.com/p/BYjl6kcA91k/

MENCICIPI KEMATIAN


_(Dari tanah, hidup, dan kembali ke tanah)_

Halimi Zuhdy
(Madzhab Rindu 30)

Hari ini dikejutkan dengan wafatnya, KH. Lukman Hakim, Malang, berselang beberapa menit, tertera di grup UIN Forum, Ibunda ust. Firdaus, di Makkah, detik sebelumnya anaknya teman, sehari sebelumnya lagi, saudara. Mudah-mudahan beliau diberikan tempat yang indah di sisiNya, dan diampuni segala dosanya. 

Ternyata, di grup (Medsos), selalu ramai, kabar kematian, ulang tahun, dan ucapan kelahiran.

Jumat, 18 Agustus 2017

SUNYI MELAHIRKAN PUISI

Halimi Zuhdy


Puisi lahir dari imaji-imaji yang berkeliaran, juga lahir dari realitas-realitassekitar yang diwarnai dengan khayal. Kata-katanya; kadang kaku walau tidak beku, kadang cair meskipun tidak mencair. Iaselalu hadir dalam lintasan senjarah, menjadi juang walau tidak pernahberjuang,menjadi senjata walau tidakmampu mematikan, atau hanya menjaditeman dalam sepi bagi yang selalu merasakesepian. 
Ia selalu unik dalamkehadirannya.

Rabu, 09 Agustus 2017

SEMAKIN GAGAL, SEMAKIN SUKSES

 (Dekat sekali kesuksesan Itu)

Halimi Zuhdy 

Ketika sujud, "Allah Maha Tinggi" yang terungkap. Dan waktu itu, Allah sangat dekat.
Semakin rendah, ia semakin tinggi. Semakin menjatuhkan dirinya dihadapaNya, semakin ia diangkat olehNya. Seperti Nabi Muhammad, ketika dalam kesedihan yang mendera, Allah Isra'kan menuju kehadiratNya. Juga Nabi Musa, kalam-kalamNya turun di saat membutuhkan solusi jalan dakwahnya. Juga, Ketika Firaun berada dekat di belakangnya, samudera di depannya, tongkatnya pun membelah, dengan IzinNya.

Semakin masalah mendera, dan sudah akut, maka sabarlah, sebentar lagi, keindahan akan datang tersenyum. Takbir kemenangan dan kebahagiaan akan segara muncul dengan tetiba.

Ibnu Rajab dalam Rasail nya
"Jika kesedihan, kesulitan, kesusahan, semakin terasa berat. Maka, jalan keluar, kebahagiaan, keindahan akan segera tiba."

WANITA BERHIAS, MENGABDI PADA TUHAN

Halimi Zuhdy

"Wanita berhias janganlah untuk menarik perhatian laki-laki, tapi berhias karena ia dicipta senang keindahan" William Shakeapeare

Menarik sekali perkataan sastrawan masyhur dari Inggris di atas, "berhias" atau "mempercantik diri" itu tidak untuk dipertontonkan, tetapi ia adalah bagian dari kefitrahan diri. Seperti berperilaku bersih bukan untuk dipuji, tetapi sudah menjadi kewajiban setiap orang untuk membersihkan diri, pikiran, hati, tempat tinggal dan lainnya. Demikian juga berbuat baik, bukan juga untuk menuai pujian dan sanjungan, tapi sudah menjadi sebuah keharusan manusia berbuat baik kepada diri, sesama dan lingkungannya, yang pada akhirnya semuanya kembali kepada kefitrahan alam. 

Jumat, 07 Juli 2017

Menulis Skripsi, Thesis, Desertasi itu Mudah

Halimi Zuhdy

Menulis skripsi bagi beberapa mahasiswa s1 atau mungkin mayoritas dari mereka masih terasa berat, karena bagi mereka, skripsi adalah pertama kalinya menulis karya ilmiah yang paling serius, dengan berbagai aturan yang ketat, dari; judul, latar belakang, rumusan masalah, metodelogi, kajian teori, cara pemaparan data, analisis, kesimpulan dan lainnya. Terkadang, untuk mendapatkan judulnya saja,  membutuhkan waktu berbulan-bulan, bahkan ada yang satu tahun baru dapat “judul”, itupun kadang ditolak.he. 


Sebenarnya, menulis skripsi sangatlah mudah, mencari judul bisa hanya butuh waktu satu menit, mengerjakan satu bulan, insyallah cukup, bulan berikutnya ujian dan nikah.he. Bagaimana caranya? 
  1.  Membiasakan menulis karya ilmiah dari semester satu, atau menulis tugas makalah dengan serius, tidak copy paste (plagiasi). Maka berbahagialah mahasiswa, yang dosennya sering menyuruh untuk menulis, karena tugas mahasiswa adalah membeca, “menulis” dan mempresentasikan, 

Kamis, 06 Juli 2017

Menjadi Pemateri: Seminar Nasional


Seminar Nasional STFT WIDYA SASANA, dengan Tema Dosa dan Pengampunan: Pergulatan Manusia dengan Allah
Derai Dosa, Derasnya Ampunan Sang Penguasa Semesta: Membincang Dosa dan Pengampunan dalam Perspektif Islam.

oleh: Dr. H. Halimi Zuhdy, M.Pd. MA 

Islam berbeda dengan Agama Kristen Katolik & Protestan, dan Agama lainnya dalam cara pengampunan dosa Tuhan, dan bagaimana cara Manusia memohon ampunan kepada Tuhan.


Download Makalah Lengkap. di http://repository.uin-malang.ac.id/924/



Senin, 19 Juni 2017

Sungguh, Inilah Pelajaran itu, Terimakasih Yusuf.


Halimi Zuhdy

Kisah-kisah dalam Al Qur'an, bukan hanya membuat hati lena, damai dan tenang, tapi ia sebuah kisah menakjubkan dengan seribu mutiara pelajaran, sebagai bekal, bagaimana kita hidup untuk Tuhan dan masyarakat, bagaimana kita belajar, bahwa dunia penuh dengan fenomena yang tidak akan pernah selesai.

 1. Aku belajar darimu, bahwa mutiara selamanya akan menjadi mutiara, walau dibuang di tempat paling buruk pun, ia akan kembali berkilau indah. walau kau dipenjara, tapi dari singgasana raja, kau dipanggil untuk menghadapnya "inna naroka minal muhsinin, sesungguhnya saya melihat kamu termasuk orang-orang baik"

 2. Aku belajar darimu, sesungguhnya kebaikan dan kejelekan bukanlah pada sesuatu itu, tetapi "bagaimana kita menggunakannya", bajumu kadangkala digunakan untuk menipu, kadang sebagai pembebas dari tuduhan palsu, dan ia pula yang datang sebagai obat untuk Ya'qub Ayahmu. 

Ramadhan dan Isyarat Yusuf


Halimi Zuhdy 
 
Selalu iri dan dengki, pada sosok yang indah dan berbudi, karena ada cahaya mulia yang tersirat dalam mimpi.Nabi Yusuf sang Nabi, menjadi musuh bersama para saudara yang Iri. Nabi Yusuf, menjadi idola dan juga paling dibenci, bukan karena ia buruk hati, tetapi kemilaunya Tanpa henti. 
 
Saudaranya Yusuf tahu, bahwa ia baik, tapi karena mutiara yang tersimpan akan menjadi petaka bagi mereka, sehingga mereka menganggap penuh duri. Walau duri itu, adalah keindahan bagi yang paham arti diri. 
 
Ibnu Jauzi membuat isyarat cukup menarik, Yusuf dan saudaranya tentang Ramadhan. 
 
12 bulan dalam satu tahun, seperti anak anak Nabi Ya'qub. Dan bulan Ramadhan di antara bulan-bulan itu, seperti Nabi Yusuf AS di antara saudara-saudaranya, karena Yusuf AS anak yang paling dicintai Nabi Ya'qub. 
 
Demikian pula dengan Ramadhan, bulan yang paling dicintai Yang Maha Mengetahui Keghaiban. Saudara-saudara Yusuf menemuinya dengan pasrah, untuk menebus segala salah, dan menutupi segala dosa mereka padanya, setelah mereka menderanya. 

Buta, Penghafal Al-Quran



Halimi Zuhdy

@halimizuhdy3011

Sungguh mata yang saya gunakan sepertinya terlalu banyak melakukan dosa (mudah-mudah Allah mengampuni), banyak melihat kesia-siakan dalam kehidupan fana ini. Sungguh, tiada sekejap mata memandang pun, yang tidak ada pertanggung jawabannya, semua akan dicatat oleh Allah. Untuk apa mata ini gunakan?. Melihat anak-anak kecil yang buta tetapi penghafal Al Quran, sepertinya ada pesan kuat dari Allah, "Yang buta saja bisa menghafal Al-Quran, bagaimana dengan matamu yang begitu indah dan kuat memandang dunia, apakah tidak malu dengan mereka?". Beberapa yang saya tahu dari ribuan orang yang masih kecil dan buta, tapi sudah hafal Al Quran atau masih proses penyelesaian, seperti; Mu'ad Mesir, Mashithah Indonesia, Husain Muhammad Thohir Saudi, Jihad AlMaliki Riyad KSA, Abdullah Ammar dan lainnya. Mereka digerakkan oleh Allah untuk membawa Al Quran ke sekitar kita dengan pesan yang luar biasa.