السلام عليكم ورحمة الله وبركاتة
YA RABB BERILAH CINTAMU, WALAU SETETES BIARKANLAH : HATI, PIKIRAN, TUBUH KITA SELALU MENDEKAT PADA-NYA

Facebook Halimi Zuhdy

Senin, 19 Juni 2017

Sungguh, Inilah Pelajaran itu, Terimakasih Yusuf.


Halimi Zuhdy

Kisah-kisah dalam Al Qur'an, bukan hanya membuat hati lena, damai dan tenang, tapi ia sebuah kisah menakjubkan dengan seribu mutiara pelajaran, sebagai bekal, bagaimana kita hidup untuk Tuhan dan masyarakat, bagaimana kita belajar, bahwa dunia penuh dengan fenomena yang tidak akan pernah selesai.

 1. Aku belajar darimu, bahwa mutiara selamanya akan menjadi mutiara, walau dibuang di tempat paling buruk pun, ia akan kembali berkilau indah. walau kau dipenjara, tapi dari singgasana raja, kau dipanggil untuk menghadapnya "inna naroka minal muhsinin, sesungguhnya saya melihat kamu termasuk orang-orang baik"

 2. Aku belajar darimu, sesungguhnya kebaikan dan kejelekan bukanlah pada sesuatu itu, tetapi "bagaimana kita menggunakannya", bajumu kadangkala digunakan untuk menipu, kadang sebagai pembebas dari tuduhan palsu, dan ia pula yang datang sebagai obat untuk Ya'qub Ayahmu. 

Ramadhan dan Isyarat Yusuf


Halimi Zuhdy 
 
Selalu iri dan dengki, pada sosok yang indah dan berbudi, karena ada cahaya mulia yang tersirat dalam mimpi.Nabi Yusuf sang Nabi, menjadi musuh bersama para saudara yang Iri. Nabi Yusuf, menjadi idola dan juga paling dibenci, bukan karena ia buruk hati, tetapi kemilaunya Tanpa henti. 
 
Saudaranya Yusuf tahu, bahwa ia baik, tapi karena mutiara yang tersimpan akan menjadi petaka bagi mereka, sehingga mereka menganggap penuh duri. Walau duri itu, adalah keindahan bagi yang paham arti diri. 
 
Ibnu Jauzi membuat isyarat cukup menarik, Yusuf dan saudaranya tentang Ramadhan. 
 
12 bulan dalam satu tahun, seperti anak anak Nabi Ya'qub. Dan bulan Ramadhan di antara bulan-bulan itu, seperti Nabi Yusuf AS di antara saudara-saudaranya, karena Yusuf AS anak yang paling dicintai Nabi Ya'qub. 
 
Demikian pula dengan Ramadhan, bulan yang paling dicintai Yang Maha Mengetahui Keghaiban. Saudara-saudara Yusuf menemuinya dengan pasrah, untuk menebus segala salah, dan menutupi segala dosa mereka padanya, setelah mereka menderanya. 

Buta, Penghafal Al-Quran



Halimi Zuhdy

@halimizuhdy3011

Sungguh mata yang saya gunakan sepertinya terlalu banyak melakukan dosa (mudah-mudah Allah mengampuni), banyak melihat kesia-siakan dalam kehidupan fana ini. Sungguh, tiada sekejap mata memandang pun, yang tidak ada pertanggung jawabannya, semua akan dicatat oleh Allah. Untuk apa mata ini gunakan?. Melihat anak-anak kecil yang buta tetapi penghafal Al Quran, sepertinya ada pesan kuat dari Allah, "Yang buta saja bisa menghafal Al-Quran, bagaimana dengan matamu yang begitu indah dan kuat memandang dunia, apakah tidak malu dengan mereka?". Beberapa yang saya tahu dari ribuan orang yang masih kecil dan buta, tapi sudah hafal Al Quran atau masih proses penyelesaian, seperti; Mu'ad Mesir, Mashithah Indonesia, Husain Muhammad Thohir Saudi, Jihad AlMaliki Riyad KSA, Abdullah Ammar dan lainnya. Mereka digerakkan oleh Allah untuk membawa Al Quran ke sekitar kita dengan pesan yang luar biasa.

Mahasiswa Marbot, Berhati Emas


Halimi Zuhdy


Memasuki hari ke sembilan Ramadhan, sudah beberapa masjid yang saya kunjungi, baik mengisi ceramah Ramadhan dan lainnya. Setiap berkunjung kebeberapa masjid tersebut, saya selalu sempatkan bertanya tentang Takmirnya (muammir) dan juga para Marbotnya (petugas masjid). Ternyata Marbot Masjid tersebut, kebanyakan para mahasiswa; ada yang baru semester awal ada pula yang sudah mau lulus. Saya coba sedikit mengorek perjalanan mereka, baik dari rumahnya, sampai bisa melanjutkan ke perguruan tinggi dan memilih Masjid sebagai tempat tinggalnya.
Rata-rata mereka berasal dari keluarga kurang mampu, ada pula dari keluarga yang berkecukupan.

Alasan Mahasiswa Marbot yang kurang mampu, memilih Masjid menjadi tempat berlabuhnya, karena; mereka tidak kuat untuk membayar kost, dapat membantu membersihkan Masjid, ketika belajar sambil berniat iktikaf, serta mereka bisa memanggil orang (adzan) untuk datang ke masjid, dan yang luar biasa, agar selalu bisa menjaga hati untuk lain jenis di kampus, bisa selalu berdekatan dengan Allah, karena menurut mereka masjid adalah tempat yang paling disenangi Allah. "Kalau sudah berada di masjid hati menjadi tenang ustadz", kata mereka.

RAHASIA KUTIBA DALAM AYAT PUASA



 Halimi Zuhdy
(Kajian Ramadhan 3)

Setiap ayat dalam al-Qur’an, selalu memberikan mutiara tiada henti; indah dilihat, enak dibaca dan membuat hati bahagia dalam mengkajinya. Ayat yang sering diulang-ulang ketika bulan Ramadhan adalah :
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ 
“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkanatas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kalian agar kamu bertakwa” (QS. Al Baqarah: 183)

Dalam Ilmu Balaghah dan Ilmu Nawwu, kalimat yang tidak disebutkan pelakunya (pasif) ada beberapa sebab di antaranya: karena sudah diketahui, untuk memuliakan, untuk menjaga dari hinaan, atau untuk menyamakan dengan sebelumnya, atau tidak penting untuk disebutkan, serta untuk menghinakan,  juga Menurut Imam as-Suyuti untuk meringkas. Kira-kira yang ada di dalam ayat di atas bermakna apa? Untuk menentukan, kita harus melihat konteks Ayatnya dulu, namun di sini, penulis tidak membuat makalah, hanya ringkasan saja, maka penulis mengambil beberapa contoh saja.

Menggunakan  pasit terkadang terkait dengan kesulitan, kemasyakkatan, kesusahan dan kewajiban, dan kata aktif_selalu digunakan untuk menampakkan kebaikan-kebaikan, atau pelaku yang terkait dengan kebaikan-kebaikan, Pasif Seperti zuyyina linnasi hubbusysyahawat, atau kejelekan yang tidak pantas untuk diriNya (utuu al-kitabah) berbeda dengan kebaikan (ataina hum al-kitaba). Demikian dalam kesulitan dan kewajiban menggunakan kutiba bukan _katabna_. Sedangkan dalam kebaikan-kebaikan selalu menggunakan aktif (menampakkan diri, pelaku) seperti dalam surat al-Maidah (21), al-Mujadalah (22), al-An’am (12), al-A’raf (156). Yang menggunakan _katabana_yang terkait dengan kesulitan, kemasyakkatan, atau kewajiban al-Maidah (45). Demikian pula dalam penggunakan kutiba ‘ala dengan kutiba li, yang pertama terkait dengan kemasyakkatan, kesulitan dan kewajiban, sedangkan _kutiba li_ terkait dengan kebaikan-kebaikan, seperti; illa kutiba lahum amalun shaleh (at-Taubah; 120), (an-Nisa’;127), (at-Taubah;121).

Senin, 29 Mei 2017

Memahami Perbedaan Makna Qolbun & Hati


Halimi Zuhdy
(Kajian Ramadhan 2)

Qolbu sering kali diartikan dalam bahasa Indonesia dengan "hati", demikian juga "Heart".
Terjemahan yang benar Qolbu adalah Jantung. Karena Qolbu dalam bahasa Arab adalah salah satu organ manusia yang berperan dalam sistem peredaran darah, terletak di rongga dada agak sebelah kiri fungsinya menyaring racun atau penyakit dari darah. dan ini artinya jantung bukan hati.Sedangkan "Hati" letaknya tidak di dada, tetapi di perut.

Hati dalam Bahasa Arab disebut dengan ‘kibdatun’ atau ‘kibdun’ atau 'kabid'. Dalam bahasa Inggris adalah Liver. Jantung dalam bahasa Inggris "Heart", My Heary artinya jantung hatiku, Qolbul Madinah; Jantung Kota, bukan hati kota. He

Mengapa ini menarik dikaji, karena banyak para muballingh yang menyampaikan beberapa hadis tentang Qolbu yang kemudian diartikan Hati, yang terkadang dikritik oleh orang Saint, karena memang secara fisik berbeda antara hati (liver) dan jantung (Qolbu), "masak hati di dada ustadz, hati kan di perut". Dan menariknya, bagaimana kemudian kita memahami beberapa hadis yang terkait dengan hati (jantung) ini.

Asal dan Makna, MARHABAN (Marhaban Ya Ramadhan)


Halimi Zuhdy


Kata "Marhaban" sering kita dengar ketika bulan Ramadhan datang, kata ini banyak dikaji dan dibahas, dari asal sejarahnya dan bagaimana menggunakannya. Ada yang berpendapat, asalnya dari dua kata "maar" dan "hab", "mar" bermakna: tuan, tuhan, yang suci. Sedangkan "hab" para ulama berbeda pendapat, namun lebih dekat pemaknaannya pada: "pemberiaan dan hadiah". Dan kalimat tersebut berasal dari bahasa Aramiyah, ada pula yang berpendapat "hab" dari "hababa" yang ba' pertama dimasukkan menjadi hab atau hubb. 

Kata ini sering digandengkan "ilah" Tuhan. Seperti dalam kamus Lisan Arab, "Marhabakallah dan Marhaban bika Allah", dari asal "mar" yang berarti "Sayyid, Ilah, Alqadis"

Sekarang kita sering dengar ungkapan, "Marhaban bika, Ya Marhaban, Marhaban wa Ahlan" yang berarti, "Datanglah dengan kelapangan, keluasan" Kata yang bermakna "luas, lebar, lapang, leluasa," yang berakar "rahb". Urahibukan marhaban.

Da'i, Bagaimana memantaskan?


Setelah usai pengukuhan KH. Ma'ruf Amin sebagai Guru Besar di UIN Malang, saya menemui KH. Kholil Nafis untuk sedikit berbincang dan mengabadikan dalam memori kamera dan mudah-mudahan menjadi _sababun minal asbab_ pertemanan di dunia menuju pertemanan di Sorga (mudah mudahan menjadi penghuni sorga Allah). Beliau salah seorang Pengurus PBNU dan Ketua Komisi Dakwa MUI Pusat. Selain berdakwah di beberapa tempat, juga sering tampak di beberapa layar televisi, dia juga seorang dosen dan penulis yang produktif. Bagi yang sering menonton Damai Indonesia di TV one, wajahnya pasti tidak asing.

Da'i, Bagaimana memantaskan?

Halimi Zuhdy

Da'i, bukan hanya menyampaikan kalimat-kalimat khutbah secara lisan kepada umat, tapi ia mampu juga menyalurkan pesan tubuhnya dengan jelas. _Lisanul hal khaorun/afshah/ablagh min lisan al maqal_ ( kata-kata tubuh, lebih baik dari pada ungkapan mulut).

Tugas seorang Da'i hanya tabligh (menyampaikan) tidak boleh memaksa orang untuk mengikutinya, tetapi tidak menyerah untuk selalu mengingatkan _Wama alaina illa al balagh al mubin_ (kewajiban kita hanyalah menyampaikan dengan jelas). Sekali lagi, bukan memaksa, karena hidayah dari Allah. Manusia hanyalah berusaha untuk menemukannya dan menggiringnya, tetapi pada akhirnya Allah yang memberikannya.

Menjadi Da'i tidaklah mudah, ia tidak hanya pintar retorika berbicara, tetapi setiap kalimatnya ada pertanggugjawabannya, perilakunya sesuai dengan kalamnya, agar tidak termasuk katagori, _kaburo maqtan i'ndallahi antaqulu mala tafalun_(sangatlah dibenci di sisi Allah, jika kamu mengatakan apa-apa yang tidak kamu kerjakan).

Sunggu tugas berat bagi Da'i, penceramah, ustad, khatib, ia harus selalu bisa mengukur diri, menfilter hati, memantaskan perilaku dalam menyampaikan kalimat-kalimatnya. Tidak cukup ayat dan hadis untuk disampaikan, tetapi butuh kesanggupan diri dalam memerankan. Agar tidak masuk pada katagori _kaburo maqtan_.

Semua orang bisa menjadi Da'i, mininal untuk keluarganya, karena ada hadis, "sampaikanlah dariku walau satu Ayat", hadis ini berat sekali dipikul apalagi dilakukan, karena tidak cukup hafal, ia butuh pemahaman yang baik, benar dan shaheh,..lanjut di komen

Beruntung Orang yang Mendali Agama, Ulama

Halimi Zuhdy


 Alhamdulillah, bisa bertemu beliau, Prof. Dr. K.H. Didin Hafidhuddin, M.Sc adalah Ketua Umum Badan Amil Zakat Nasional Republik Indonesia periode 2004 - 2015. selain kyai juga Akademisi, kalau menggunakan Ta'birnya UIN Malang, ulama yang intelek dan intelek yang ulama.

Seorang "ulama juga manusia", tapi kediriannya adalah kedirian yang ditempa dengan ilmu agama, yang selalu berkelindan dengan agama, beragama dan keber-agamaan. Mereka adalah orang yang sangat beruntung, karena dalam hadis HR. Bukhari, 71. Muslim, 1037.


من يرد الله به خيرا يفقهه في الدين
“Barangsiapa yang dikehendaki kebaikan oleh Allah, maka Allah akan memahamkannya dalam urusan agama.”

Guru Besar Itu adalah ?

Halimi Zuhdy

Menjadi Guru Besar (Profesor) sebuah kebanggaan, keindahan dan kebahagiaan bagi yang meraihnya dan bagi orang-orang yang berada disekelilingnya, bahkan sebuah kebanggaan bagi bangsa dan negaranya, juga bagi dunia.

Penghargaan yang langka, hanya bagi mereka yang mampu melewati tangga-tangga akademik yang luar biasa. Mereka, Guru Besar, tidak hanya menjadi guru tetapi menjadi panutan, _dan harus bisa menjadi panutan_, kata Besar bukanlah hal yang kecil, ia besar (mendalam) ilmunya, besar perannya (untuk umat), besar dan membesarkan yang belum besar untuk menuju pada hakekat Yang Maha Besar.

Guru Besar, bukanlah hanya sebutan, tapi ia amanah besar untuk membuktikan bahwa dirinya memang besar, besar dalam keilmuannya, mampu menebarkannya dan juga bagaimana ia memberikan pengaruh besar untuk merubah lingkungannya. Karena ia langka.

Maria / Maryam dalam pandangan Islam

Seminar Maria dalam pandangan Islam dan Katolik



Peserta Seminar berjibun, menikmati beberapa pandangan "Maria Menurut Pandangan Islam dan Katolik", pemateri Dr. Halimi Zuhdy, M.A dan RM Dr Handoko. pada Ahad, (21/5/2017) di Aula Bruderan Budi Nuloa Lawang, ingin mengakses/ Download makalah saya http://repository.uin-malang.ac.id/1911.

Saya menjelaskan tentang biografi lengkap Maria, hikmah dan keteladanan. Ia perempuan sebagaimana perempuan di muka bumi, tapi diberikan keistemewaan oleh Allah swt berupa kesucian diri, menjaga kehormatan dan hati, menjejek langit, mengitari hati yang tidak mendekat pada Ilahi. Ia di antara 4 perempuan terbaik Sepanjang sejarah manusia. Silahkan simak makalah saya di
Zuhdy, Halimi (2017)

*Perempuan suci, pengabdi, menjejak langit Ilahi: membincang biografi, hikmah dan keteladanan Maryam binti Imran*_. Presented at Seminar Maria Menurut Pandangan Katolik dan Islam, Ahad, 21 Mei 2017, Aula Bruderan Budi Mulia Lawang Malang. http://repository.uin-malang.ac.id/1911 *Maria Menurut Pandangan Islam dan Katolik*
#halimizuhdy #Maria #Mariyam #Maryam #Islam






Seminar Maria dalam dua Agama (Islam dan Katolik)

Setelah saya presentasi tentang Maryam dalam perspektif Islam, ada beberapa pertanyaan yang tidak saya bayangkan sebelumnya, namun cukup menarik dipaparkan, ada 8 pertanyaan yang ditujukan kepada saya tentang Maryam: 1) saya sering mendengarkan dari para ustadz, bahwa kata maliki dan ilahi dalam surat Annas ditujukan atau dikhususkan kepada Maryam? 2. Apakah dalam Islam juga ada devosi untuk Maryam (pertanyaan oleh RM Petrus Maria Handoko), 3. Kenapa Isa menggunakan AS sedengakan Muhammad SAW. 4) Al Quran diturunkan di Gua Hira', mengapa ia bisa membahas Maryam dan Isa. 5) apakah Maryam tidak dirajam dalan keyakinan Islam. 6) Dimana kedudukan Maryam dalam Islam, apakah sama seperti yang dilakukan oleh Katolik. 7). Bagaimana muslim melihat Isa?.
Saya sudah paparkan seluruh pertanyaan tersebut dalam forum seminar, mudah mudahan ada waktu untuk menuliskan jawaban tersebut.
Katolik berbeda memperlakukan Maria, sebagaimana Islam Memperlakukannya. Sebagaimana Nabu Isa dan Nabi Muhammad, juga berbeda.
#Maria #Maryam #SeminarIslam&katolik #halimizuhdy

Senin, 08 Mei 2017

Belajar Bahasa Arab Ammiyah, untuk TKI, Travel and Tour


#Belajar Bahasa Arab Tuk TKI di Arab yuk
# Percakapan Sehari hari di Arab
# Travel and tour di Arab

Karena minimnya  pembelajaran Bahasa Arab Ammiyah serta minimnya referensi untuk TKI, maka mahasiswa BSA Humaniora UIN Malang, yang mengambil konsentrasi Siyahah/pariwisata, membuat beberapa media di antaranya percakapan yang disebar lewat youtube dll. Dan diakhir percakapan ada beberapa kosa kata baru yang biasa digunakan di Arab, terutama bagi TKW, jamaah haji, umrah dan bahasa keseharian (Ammiyah). Vedio ini diperuntukkan bagi yang berkepentingan untuk melakukan perjalanan, percakapan sehari hari dengan Amniyah.  Tapi bagi pembelajar bahasa Arab umumnya hendaknya lebih menghukhususkan pada bahasa Arab fushah. Di Konsentrasi Pariwisata BSA yang kami ajarkan adalah _Bhs Arab lil A'mal, Al Arabiyah lil siyahah, Al arabiyah lil Hajj, dan Asshifah Arabiyah.
Akhukum Halimi Zuhdy
 


3.Kosa Kata hajj wa Umroh :https://youtu.be/jqM1FVhgQnc


5. Penukaran uang :https://youtu.be/-xa1puxeDe4



8.di Bandara dan Hotel :https://youtu.be/dxcr13Jx80s

9. Taarum/perkenalan :https://youtu.be/qKvnAZwUPIk


*Rehat sejenak tuk _nyanyian Arab Ammiyah TKW Dan Hindi_ https://youtu.be/Am9eYWzrdUk
Mudah-mudahan bermanfaat, mohon saran dan kritiknya. 

Halimi Zuhdy
Mentor pembelajaran Bahasa  Arab _lil aghrod khasshoh_ (trevel and tour, jurnalistik, pekerja, muthawwif, dll)
Cp. 085729320568

Jumat, 05 Mei 2017

Fatwa Cinta 71. (Inikah Cinta itu? Bergelombanglah!)



Halimi Zuhdy



Cinta itu selalu menciptakan ketidakrasionalan, ia selalu ada walau tak nyata, seperti angin berdesir mensemilirkan tubuh, seperti gigil walau tak ada salju, kadang tampak kabut berselimut walau tak bisa terekam diri. Cinta tak berwujud, tapi benar-benar wujud. Terasa sentuhannya, walau taka da tangan yang bersentuh di tubuh. 
  
Apakah ini cinta, mata mengalirkan darah rindu, tubuh yang tak kuasa melihat sang kekasih tak kunjung tiba. Suatu hari, Tsauban bin Bujdad menemui Rasulullah saw sang mahbub dengan wajah yang tampak muram, tak seperti biasa, sedih menyelimutinya, rona yang terserit begitu resah. 

Rabu, 03 Mei 2017

Selamat HARDIKNAS 2017: Mengajar dengan Cinta


Halimi Zuhdy


Cinta itu seperti udara, tak bisa bernafas tanpanya. Demikian pula pendidikan, manusia seperti bangkai yang bergerak, jika tak ada nafas ilmu di dalamnya

Anak yang hebat dan cerdas, tapi tidak bernafas ilmu yang baik, akan menjadi pencuri hebat yang suka berbelit.

Anak lemah badannya, namun ada ruh ilmu di dalamnya, ia akan bangkit melipat seribu bumi mengawal cinta sempurna. Berwawasan global, walau badannya lemah tak berdaya.

Fatwa Cinta: 70 (Berbeda Itu Cantik Lo, tapi, tuk Cantik tidak Harus Beda)


Halimi Zuhdy

Indahnya pelangi, bukan karena menebar wangi, tapi warna-warni yang mengitari

Warna hijau hanyalah pilihan, maka janganlah terlalu fanatik pada hijau, bunga yang indah, warnanya pun jarang yang hijau. Indahnya bunga, merah yang merekah.

Jangan pula terlalu mati-matian membela merah, ia pun rasa hati, manusia takut melihat warna peduh darah yang memerah, perang jadi pilihan. Butuh warna kuning, tuk membau masa tua.

Tapi, janganlah terlalu pongah pada kuning, kebanyakan yang keluar dan membau keluar dari diri manusia dan hewan adalah warna itu, nikmatilah kuning sebagaimana ia menikmati menjadi dedaunan yang akan menua.

Seminar FATWA CINTA

KINI HADIR, Seminar Keren, 
FATWA CINTA



Pra terbit menjadi buku, akan dikupas mesra oleh penulisnya. mengapa fatwa ini hadir, dan bagaimana fatwa -fatwa ini menjadi kata-kata yang begitu mempesona? 

Bahasa sastra sarat hikmah ini, akan menjadi ouse dalam kekeringan sahara rindu yang berbalut nafsu, ia akan menghadirkan fatwa tanpa kekang walau tak jarang penuh ayat Tuhan. Sebagai landas gerak dan maraji' rindu.

Catat dan ikuti 
seminar FATWA CINTA, Selasa, 2 Mei 2017 di Masjid Ulul Albab lantai 2, UIN Maulana Malik Ibrahim Malang.

Fatwa Cinta: Bukan Fatwa Biasa 6



Halimi Zuhdy

214. Jemari yang tak sepadan, seperti kita yang tak kudu serupa, tapi bagaimana ritme jemari menyatu tuk bergandeng bersama. #FatwaCinta

215. Sela-sela jari yang tidak menyatu, untuk mencari sela jari-jari lain agar bergenggam mesra dalam rinduNya. #FatwaCinta

216. Hari yang indah, walau tak ada nasi untukku, asal masih ada baris-baris puisi yang candu buatku, ayat-ayatNya selalu membuka pintu tuk masuk pada rindu.#FatwaCinta

217. Cinta selalu rahasia, seperti kau merahasiakan hati untukku. kadarnya tak terukur, walau ribuan mil kucoba melihat gelagatmu. benarlah, cinta harus bersabar menunggu waktu #FatwaCinta


Malang, 27/04/2017

Fatwa Cinta: Bukan Fatwa Biasa 5

Halimi Zuhdy

209. Berbagi tidak harus abadi dan dikenang, seperti embun yang menyapa pagi, hilang ketika mentari bertandang.#FatwaCinta

210.Embun yang menyapa dedaunan, membulirkan rindu. seperti kau berbagi rindu, walau ia tak pernah merindumu, tetaplah rindu yang membuncahkan cinta.#FatwaCinta

2011. Jika ada Isyarat lampu merah yang menghadangmu, maka bersyukurlah! waktunya kau menenangkan diri, setelah itu akan hijau tuk kembali.#FatwaCinta

212. Jika kau bergegas tuk sampai, ada lubang yang menghujam, kau terjungkal, tersenyumlah!!!. barangkali, lubang itu penghadang dari kematian, takdirmu pun terselamatkan, tetaplah khusnudhan pada Allah. #FatwaCinta

2013. Bercermin jangan pada yg pecah, akan membuat kotak wajah. jangan pula pada air, akan hanyut, tapi pada bening hati yang terasah.#FatwaCinta

Malang, 26/04/2017

Selasa, 25 April 2017

Fatwa Cinta: Bukan Fatwa Biasa 4



Tidak usah berlama-lama memandangku, jika kau cinta lamarlah aku, cinta sungguh di hati, bukan di mata kita #FatwaCinta

sampaikan cinta dngn sederhana, ia akan mnjdi kesederhanaan cinta,jika ia bermegah rasa, ia akan terjungkal dengan seribu bahasa #FatwaCinta

Kegilaan Qois pd Laila, menjadi opus cinta. tetapi, apkh kita hrus gila seprti dia untuk sbuah cinta, cintailah ia dgn sederhana #FatwaCinta

Isak tangismu, bukti kau masih punya rasa untukku, maka menangislah! karena tangismu adalah air kemurnian hatimu. #FatwaCinta

tangan kirimu dan tangan kananku, bergandeng mesra, tak lagi berbeda, mengapa harus ada benci. #FatwaCinta

Fatwa Cinta: Bukan Fatwa Biasa 3

Rumput-rumput yang mengering, bukan karena mentari yang membakar, tapi tanah yang sedang gersang, rindu buliran hujan. #FatwaCinta

Hati yang tak lagi bahagia, bukan karena tak ada harta, tahta dan kenimatan dunia. tapi karena dzikir kerinduan pada-Nya yang selalu terlupa. #FatwaCinta

Indah?bukanlah merekahnya bunga, tapi selamatnya kuncup dan putiknya dari kumbang. Demikian, indahnya wanita, jika mampu jaga diri! #FatwaCinta

Menyelesaikan masalah, belajarlah pada Isra' Nabi. Selain dari Masjid ke Masjid, beliau menemui Tuhannya, diwajibkanlah shalat. #FatwaCinta

Senin, 17 April 2017

Fatwa Cinta : Bukan Fatwa Biasa 2


Halimi Zuhdy

#FatwaCinta
Kadang datang orang padamu membawa bunga, kadang juga jarum, maka nikmati bunga itu, tapi juga harus hati-hati, barangkali ia bunga api yang menguskan. Tapi jangan buang jaru itu, simpanlah ia, barangkali, suatu saat dapat merangkai baju bersama mutiara.

Selalu sibuk dengan urusan perut, maka perilakunya terkadang seperti yang kelaur dari perut. #FatwaCinta.

Menjadi pisau tidak harus selalu membelah dan menguliti, ia kadang mengukir kayu untuk rona indah, dan membersihkan sisa kotoran yang menempel. #FatwaCinta

Selasa, 11 April 2017

Fatwa Cinta 60: [Perempuan dan Tangisan]


Halimi Zuhdy

Menangislah wahai perempuan, 
selagi air mata itu mampu dialirkan

Menangislah wahai perempuan, 
selagi nafas itu berhembus

Menangislah wahai perempuan, 
selama rasa itu masih ada

Biarkanlah, orang sebut kau cengeng, karena air matamu adalah penawar rindu, karena air matamu mampu meluluhkan kalbu, karena air matamu mengurai segala empedu.

Jumat, 31 Maret 2017

Pengantar Buku Antologi Puisi “Puisiku Sunyi"


Seuntai Kata :  “Tak Seindah Puisi”, Katamu!



Halimi Zuhdy

Puisi lahir dari imaji-imaji yang berkeliaran, juga lahir dari realitas-realitas sekitar yang diwarnai dengan khayal. Kata-katanya; kadang kaku walau tidak beku, kadang cair meskipun tidak mencair. Ia selalu hadir dalam lintasan senjarah, menjadi juang walau tidak pernah berjuang, menjadi senjata walau tidak mampu mematikan, atau hanya menjadi teman dalam sepi bagi yang selalu merasa kesepian. Ia selalu unik dalam kehadirannya.
Puisi, tidak sebatas kata yang diikat kalimat, dipoles dengan titik dan koma, yang menjadi bait-bait indah disanggul larik, yang liriknya membariskan rasa, membuat prasa sendiri dalam tubuhnya. Fisiknya; kadang kurus, kadang gemuk, terkadang sedang. Kurus, gemuk dan sedang tidak membuatnya harus  diet, tambah makana pala ginutrisi, ia selalu menjadi dirinya sendiri. Ia memliki cara gaya yang berbeda; metafora, simile, personifikasi, litotes, ironi, sinekdoke, eufemisme, repetisi, anafora, pleonasme, antitesis, alusio, klimaks, antiklimaks, satire, pars pro toto, totem pro parte, hingga paradoks.

Jumat, 24 Maret 2017

Fatwa Cinta 56 : Kekuasaan Itu Cinta, Maka Berimanlah


Halimi Zuhdy

Jangan berebut kekuasaan, karena kekuasaan akan sirna. Berebutlah Pemilik kekuasaan, Ia abadi selamanya.

Jangan berebut pengaruh, karena pengaruh kan fana. Rebutlah Pemilik pengaruh, Ia kan mempengaruhi selamanya.

Untuk baik, tidak harus menjadi penguasa, rakyat yang baik, lebih indah dan bahagia.
Kekuasaan apapun tidak akan lama, ia hanya sebagai pemanis rasa, maka carilah kekuasaan hati agar mampu menguasai diri dan bertemu Ilahi.

Kekuasaan adalah pemberian Tuhan, maka serahkan kepada PemberiNya, jangan keluar dari garisNya, maka akan menjadi Fir'un, Namrud dan Hitler berikutnya.

Selalu manis bersentuhan dengan kekuasaan, karena ia dapat menentukan teman dan menumpuk segudang kekayaan, kecuali bagi yang benar-benar karena Tuhan, Ia serahkan dirinya *atas nama pengabdian.* 

Jangan takut turun jabatan, karena jabatan dan kekuasaan hanyalah titipan, *kalau Allah masih mempercayakan, seribu manusia tak mampu menurunkan.*

Jangan minta kekuasaan, mintalah yang terbaik pada Tuhan, jika berkuasa lebih baik dan bermanfaat, maka RidhaNya harapan.

Kalau berkuasa akan menghancurkan, mohonlah jadi orang biasa, yang tetap dalam keindahan. Jangan memaksakan kehendak atau melepaskan kehendak, *karena Pemilik kehendak yang akan memberikan Kehendak sesungguhnya*.

Senin, 20 Maret 2017

Fatwa Cinta: Bukan Fatwa Biasa 1

Fatwa Cinta in https://twitter.com/halimizuhdy


Nafas-nafas itu tak kan berdetak lagi, bila kau tak pernah peduli, pada dzikir yang terpanjat di pagi hari #FatwaCinta

Udara yang menguap, selalu kusentuh dengan rindu, agar nafasnya selalu ada sebagai ruh untukku #FatwaCinta

Nafasku kan selalu ada, jika kau masih ada untukku #FatwaCinta

Memahami manusia, tidak cukup dengan pikiran, ia harus menngunakan hati.  

Pahamilah diri kita, sebelum memahami orang lain, mengapa kita harus ada, bukan saja mereka ada